.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }

Hubungan Mikrobiologi dengan Perkembangan Bidang Makanan dan Industri

Tafshare - Selamat pagi teman - teman semua. Apa kabar untuk pagi ini?, pasti masih pada semangat dong. Sebelumnya kita telah selesai membahas Hubungan Mikrobiologi dengan Ilmu Bioteknologi. Nah, untuk pembahsannya selanjutnya sebetulnya masih sangat berkaitan dengan bioteknologi. Hanya saja, pembahasan kali ini lebih pada Perkembangan pada Bidang Makanan dan Industri.

Berkembangnya ilmu pengetahuan, menjadikan ilmu disekitarnya mengalami kombinasi. Perubahan - peruabahan pada tiap - tiap bidang menjadikan manusia harus terus menyeimbangkan diri dengan kondisi lingkungannya. Seperti contohnya perkembangan bahan makanan. Bahan makanan yang sampai saat ini banyak yang dibuat dengan menggunakan mikroorganisme sebagai bahan utama prosesnya. Misalnya pembuatan bir dan minuman anggur (HARAM!) dengan menggunakan ragi, pembuatan roti dan produk air susu dengan bantuan bakteri asam laktat, dan pembuatan cuka dengan bantuan bakteri cuka.

Tidak semua mikroba yang ada dapat digunakan dalam insustri. Menurut Kusnadi, dkk (2003) mikroorganisme industri merupakan organisme yang dipilih secara hati-hati sehingga dapat membuat satu atau banyak produk khusus. Bahkan jika mikroorganisme industri merupakan salah satu yang sudah diisolasi dengan teknik tradisional, mikroorganisme tersebut menjadi organisme yang sangat termodifikasi sebelum memasuki industri berskala besar. Sebagian besar mikroorganisme industri merupakan spesialis metabolik yang secara spesifik mampu menghasilakn metabolit tertentu dalam jumlah yang sangat besar pula. Untuk mencapai spesialisasi metabolik tinggi tersebut, strain industri diubah secara genetika melalui mutasi dan rekombinasi.

Berbagai proses undustri digunakan untuk menghasilkan produk mikrobiologi dan dipisahkan menjadi beberapa kategori berdasarkan kecenderungan penggunaan produk akhir sebagai berikut:
  • Produk bahan kimia farmasi
Produk yang paling terkenal adalah antibiotika, obat-obatan steroid, insulin, dan interferon yang dihasilkan melalui bakteri hasil reekayasa genetika.
  • Produksi makanan tambahan
Produksi massa ragi, bakteri dan alga dari media murah mengandung garam nitrogen anorganik, cepat saji, dan menyediakan sumber protein dan senyawa lain yang sering digunakan sebagai makanan tambahan untuk manusia dan hewan. Pembusukan makanan oleh bakteri pembentuk spora ditemukan oleh Pasteur ketika mengamati fermentasi asam butirat dalam minuman anggur. Pasteur telah mengisolasi mikroorganisme yang di beri nama Vibrion butryque, yang saat ini namanya telah diubah menjadi Clostridium butrycum. Endospora yang ditemukan terpisah oleh Ferdinand Cohn dan Robert Koch pada tahun 1976, segera setelah Pasteur membuat bidang mikrobilogi terkenal. Investigasi yang dilakukan oleh Pasteur dan Koch telah menghantarkan adanya hubungan aktivitas mikrobiologi dengan keamanan dan kualitas pakan.
  • Produksi minuman alkohol
Pembuatan beer dan wine dan produksi minuman alkohol lain yang merupakan proses bioteknologi berskala besar paling tua.
  • Produksi vaksin
Sel mikroorganisme maupun bagiannya atau rpoduknya dihasilkan dalam jumlah besar dan digunakan untuk produksi vaksin.
  •  Produksi mikroorganisme untuk digunakan sebagai insektisida (biosida) 
Pengendalian hama tanaman dengan menggunakan mikrorganisme yang berperan sebagai insektisida. Khususnya untuk spesies tertentu, misalnya Bacillus (B. Larvaem B. Popilliae, dan B. Thurungiensis). Spesies tersebut menghasilkan protein kristalin yang mematikan larva lepidoptera (ngengat, kupu-kupu, kutu loncat), misalnya ulat kubis, ngengat gipsy, dan sarang ulat.

Dari penjabaran diatas, sebenarnya masih ada banyak lagi yang dibagi tiap kategori. Sehingga penggunaan mikrobiologi pada Bidang Pangan dan Industri juga sudah semakin kompleks. Jadi, mulai sekarang mungkin akan sulit menemukan makanan yang terbentuk karena proses natural.

Semoga Bermanfaat :D
Author image
Tentang Penulis

Buhairi Rifqa Moustafid atau biasa dipanggil Taf/Moustafid/Tafid merupakan seorang mahasiswa Jurusan Perikanan dengan program studi Budidaya Perikanan Universitas Gadjah Mada. Saya merupakan orang yang masih perlu banyak belajar untuk menambah wawasan kepenulisan dan artikulasi terutama dalam bidang perikanan. Semoga tulisan - tulisan dalam blog ini bermanfaat dan dapat membuka cakrawala pembaca seputar dunia perikanan, pertanian dan kawan - kawannya. Jika ada kritik, saran, pesan, salah dan tulisan yang tidak berkenan dapat anda sampaikan melalui pesan sosial media yang tercantum. Jazakallahu khoiron katsir.

Follow me on:

0 komentar:

Post a Comment

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net