.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }

Pengertian Pancing dan Penjelasannya

Tafshare - Selamat pagi teman - teman semua. Bagaimana kabarnya nih?. Masih tetap semangat ya, jangan lupa do'a di setiap aktivitasnya. Sebelumnya kita telah membahas mengenai Hubungan Mikrobiologi dengan Bidang Lingkungan. Oke, untuk kali ini kita akan sedikit beralih ke pembahasan Dasar - Dasar Penangkapan ikan dengan bahasan pancing. Kita akan sedikit menyimak Pengertian Pancing dan Penjelasannya. Sebenarnya ini saya ambil dari Karya Tulis Ilmiah yang telah saya serahkan ke dosen. Namun, dari pada berhenti sampai disitu, saya bagikan saja disini.

Pancing adalah salah satu alat tangkap yang umum dikenal oleh masyarakat, terlebih dikalangan nelayan. Pada prinsipnya pancing ini terdiri dari dua komponen utama, yaitu tali (line) dan mata pancing (hook). Tali pancing bisa dibuat dari bahan benang, katun, nilon, polyethylin, plastik (senar) dan berbagai macam bahan lainnya yang memungkinkan. Sedang mata pancingnya (mata kailnya) dibuat dari baja, kuningan atau bahan lainnya yang tahan karat. Mata pancing tersebut umumnya ujungnya berkait terbalik, namun ada juga yang tanpa kait balik. Jumlah mata pancing yang terdapat pada tiap perangkat (satuan) pancing itu bisa tunggal maupun ganda (2 – 3 buah) bahkan banyak sekali ratusan sampai ribuan tergantung dari jenis pancingnya. Untuk ukuran mata pancing bervariasi, disesuaikan dengan besar kecilnya ikan yang akan ditangkap (dipancing).
Walaupun pancing tersebut pada dasarnya terdiri dari dua komponen utama (tali dan mata pancing) namun sesuai dengan macam atau jenis – jenisnya ia dapat dilengkapi dengan komponen – komponen lain seperti gandar atau tangkai (pole, rod), pemberat (sinker), pelampung (float). Untuk pancing yang begandar (tangkai, joran) misalnya pancing gandar biasa, huhate (pole and line), pancing plambah, pancing ladut dan lain – lainnya. Berikutnya pancing yang memakai pelampung, misalnya pancing rawai (rawai tuna, cucut, garit, biasa), disamping itu masih ada benuk pancing lain, baik tanpa menggnakan pemberat maupun pelampung, yaitu pancing tonda (troll line). Komponen lain yang penting seperti telah disinggung ialah kili – kili (cangkirian) atau “swivel” yaitu alat penyambung tali pancing dengan tali pancing berikutnya agar tidak mudah berbelit – belit bila pancing dimakan ikan.
Pada umumnya mata pancing itu diberi umpan, tetapi ada yang tidak diberi umpan. Umpan – umpan tadi berupa umpan benar (true bait or natual bait) baik dalam bentuk mati maupun tidak, umpan tiruan (imitation bait), umpan palsu atau benda – benda lain yang sifatnya menarik.
Ikan – ikan yang tertangkap dengan pancing itu disebabkan karena terkait di bagian mulutnya. Hal ini terjadi karena ikan terangsang dan tertarik oleh umpan kemudian berusaha menyambarnya (memangsanya) yang akhirnya terkait.
Dilihat dari cara pengoperasiannya pancing – pancing tersebut bisa dilabuh (pancing ladung, rawai biasa, rawai cucut), ditarik dibelakang/kapal yang sedang dalam keadaan berjalan (trolling) baik menelususri lapisan permukaan air, lapisan tengah (pancing cumi – cumi) maupun dasar perairan (pancing garit/dragged line), dihanyutkan (rawai tuna, tuna longlines). Penangkapan dengan pancing dapat dilakukan baik pada siang maupun malam hari dan dapat digunakan sepanjang tahun tanpa mengenal musim. 
 Mungkin sampai disini dulu penjelasannya mengenai pancing. Selanjutnya saya akan menjelaskan mengenai pancing rawai dan jenis - jenisnya. Jadi sekian dulu, sampai jumpa pada artikel berikutnya ya...

Semoga Bermanfaat dan Barokah :D
Author image
Tentang Penulis

Buhairi Rifqa Moustafid atau biasa dipanggil Taf/Moustafid/Tafid merupakan seorang mahasiswa Jurusan Perikanan dengan program studi Budidaya Perikanan Universitas Gadjah Mada. Saya merupakan orang yang masih perlu banyak belajar untuk menambah wawasan kepenulisan dan artikulasi terutama dalam bidang perikanan. Semoga tulisan - tulisan dalam blog ini bermanfaat dan dapat membuka cakrawala pembaca seputar dunia perikanan, pertanian dan kawan - kawannya. Jika ada kritik, saran, pesan, salah dan tulisan yang tidak berkenan dapat anda sampaikan melalui pesan sosial media yang tercantum. Jazakallahu khoiron katsir.

Follow me on:

0 komentar:

Post a Comment

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net