.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }

Penjelasan Rawai Tuna, Deskripsi, Operasional Penangkapan dan Hasil Tangkapannya

Tafshare - Selamat siang semuanya. Sebelumnya kita telah membahas mengenai Macam - macam pancing Rawai. Nah, sekarang kita masih melanjutkan dari Karya Tulis Ilmiah saya. Saya akan membagikan penjelasan mengenai Rawai Tuna.

Rawai tuna tergolong rawai hanyut (drift longline) tetapi umumnya hanya disebut Tuna Longline saja. Dalam perikanan industri pancing ini termasuk penting dan produkttivitasnya tinggi. Satu perangkat rawai tuna bisa terdiri dari ribuan mata pancing dengan panjang tali mencapai puluhan kilometer (berkisar antara 15 – 75 km). Oleh karena itu ukuran rawai tuna itu termasuk besar, maka untuk memudahkan penyusunan atau pengaturannya ia dibagi dalam satuan –satuan dan karena setiap satuan itu biasanya disimpan dalam sebuah keranjang dari bambu ia lebih dikenal sebagai “satu basket”. Istilah ini dipakai karena dalam sejarah perkembangannya pada mulanya satu kelompok alat yang berhubungan menjadi satu ditempatkan secara terpisah didalam keranjang bambu. Dalam operasi penangkapannya barulah bagian - bagian kelompok alat tersebut dihubungkan dengan kelompok lainnya sehingga merupakan satu rangkaian yang panjang sekali tergantung dari jumlah basket (keranjang yang dipakai). Tiap satuan mulai dari pangkal sampai akhir mempunyai susunan yang sama. Tiap kapal rawai tuna umumnya membawa seperangkat rawai yang terdiri dari beberapa satuan (basket) tergantung dari besar kecilnya kapal yang dipergunakan. Berikut disajikan uraian satu satuan (perangkat) rawai tuna dan komponen – komponennya.

Deskripsi
Pada prinsipnya rawai tuna terdiri dari kompnen – komponen utama yang biasanya terdiri dari tali utama (main line), tali cabang (branch line) berikut bagian – bagiannya yaitu tali pelampung (float line) berikut pelampungnya, batu pemberat dan tali penyambungnya.

Operasional Penangkapan
Sebelum kegiatan penangkapan dimulai yang perlu diperhatikan ialah adanya umpan. Umpan in terdiri dari ikan – ikan berukuran sekitar 15 cm atau kadang lebih seperti lemuru (Sardinella longicep), belanak (Mullet), layang (Decapterus sp.), kembung (Rastrelliger sp.), bandeng (Chanos chanos), pasific saury (Cololabis saira). Untuk umpan – umpan yang baik umumnya bercirikan penampang bulat atau gilik dan memiliki warna yang mengkilap atau menarik.
Oleh karena itu rawai tuna ini merupakan alat tangkap berukuran skala besar, katakan misalnya pada waktu penangkapan digunakan 1000 buah mata pancing, itu berarti tali utama (main line) mencapai panjang sekitar 40 – 50 km, itu belum termasuk tali cabang (branch line). Untuk memudahkan penurunan maupun penarikan (hauling) dari dalam air ke atas geladak kapal diperlukan alat bantu secara mekanis yaitu berupa mesin penarik (line hauler) diluar dari mesin induk kapal penangkap itu sendiri. Alat bantu tadi selain berfungsi untuk menarik tali utama juga sebagai penggulung tali tersebut yang bekerja secara otomatis atau semi otomatik. Penggulung dilakukan oleh komponen – komponen alat menarik yang satu dengan lainnya berkaitan, merupakan satu sistem. Berikut adalah beberapa gambar dari ikan – ikan untuk dijadikan umpan tangkapan.

Pelepasan rawai
Pertama - tama ialah mempersiapkan umpan yang jumlahnya kurang lebih sama dengan jumlah mata pancing yang akan dioperasikan. Untuk itu umpan – umpan tersebut ditempatkan di kotak – kotak dalam jumlah tertentu. Selanjutnya anak buah mengambil posisi masing – masing sesuai dengan tugasnya sementara kecepatan kapal dikurangi sampai 3 – mil/jam, selanjutnya diikuti pelepasan pancing. Secara garis besar kegiatan pelepasan pancing adalah sebagai berikut: mula – mula pelampung dan tiang bendera dilepas beserta tali pelampungnya, kemudiantali utama dan akhirnya tali cabang yang diikuti mata pancing yang telah diberi umpan. Tali utama tersebut kemudian dilepas dan begitu seterusnya sampai yang terakhir untuk disambungkan dengan satuan rawai berikutnya melalui sepotong tali penyambung.

Penarikan rawai
Penarikan rawai dilakukan sekitar 5 -6 jam kemudian dilakukan setelah pelepasan pancing. Biasanya dimulai jam 12.00 dan selesai menjelang matahari terbenam. Penarikan pancing dilakukan dari bagian depan kapal dengan bantuan alat penarik (line hauler). Dalam melakukan penarikan ini dibagi juga menjadi beberapa bagian kegiatan seperti halnya pada waktu pelepasan dan merupakan suatu sistem yang satu dengan yang lainnya berkaitan erat dan seirama. Secara garis besar kegiatan penarikan pancing secara berurut dimulai dari tiang bendera – pelampung – tali pelampung serta pemberat di angkat ke atas geladak kapal – tali utama – berikut tali cabang beserta mata pancingnya dan begitu seterusnya sampai keseluruhan satuan pancing teragkat ke atas geladak kapal. Bila pada mata pancing ada ikan yang tertngkap, pengambilan ikan ke geladak kapal biasanya dilakukan oleh tiga orang tergantung besar kecilnya ikan yang tertangkap, yaitu setelah ujung tali cabang dilepas dari tali utama.

Hasil Tangkapan
Walaupun disebut rawai tuna, namun hasil tangkapan tidak teriri dari ikan tuna saja, tetapi banyak jenis – jenis ikan lain yang tertangkap sebagai hasil sampingan. Jenis – jenis ikan tuna yang tertangkap antara lain madidihang (Thunnus albacares), Cakalang (Katsuwonus pelamis), Tuna mata besar (Thunnus obesus), Tuna sirip biru (Thunnus maccoyii), albakora (Thunnus alalunga). Sedangkan hasil sampingannya yang biasa tertangkap antara lain ikan layaran (Isthiporus orientalis), setuhuk putih (Makaira mazara),  ikan pedang (Xiphias gladius), setuhuk hitam (Makairan indica), setuhuk loreng (Tetrapiurus mitsukurii) dan berbagai jenis ikan cucut (cucut mako, cucut martil dan lain – lainnya).

0 komentar:

Post a Comment

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com