.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }

Uraian Mengenai Rawai Cucut (Sharks Longline)

Tafshare - Sealamat siang kawan - kawanku semua. Pada bahasan sebelumnya saya telah membagikan Penjelasan Mengenai Rawai Dasar Konvensional. Pada kesempatan kali ini, setelah bangun tidur siang... hehehe. Saya akan melanjutkan uraian artikel sebelumnya yaitu Rawai Cucut (Sharks Longline).


Seperangkat rawai cucut mempunyai panjang keseluruhan tali utama antara 900 – 1000m dengan sederetan tali cabang yang dibagi dalam satuan – satuan yang disebut kinting. Untuk setiap kinting terdapat 7 – 10 buah tali cabang. Antara satuan yang satu dengan satuan lainnya diberi pelampung, disamping itu pelampung utaa yang terdapat pada masing – masing ujung terluar dari tali utama. Jarak antara tali cabang yang satu dengan lainnya bervariasi tergantung ukuran satuan (kinting) yang dipakai, tetapi umumnya berkisar antara 25 – 35m. Mata pancing terbuat dari bahan kuningan atau kawat baja yang berukuran garis tengah berkisar antara ujung kail yang runcing (point) sampai lengkungannya (bite) kurang lebih 5 cm. Ukuran mata pancing rawai cucut ini termasuk yang terbesar diantara mata – mata pancing lainnya, namun sekarang umumnya orang memakai sebesar seperti yang diunakan dalam rawai tuna.
Rawai cucut dikategorikan sebagai rawai dasar yang dalam pengoperasiannya dilakukan dengan cara melabuh atau diset dan karna itu ia juga disebut sebagai ‘rawai labuh (set longline). Pada waktu penangkapan diatur sedemikian rupa sehingga kedudukan mata pancingnya menyentuh didasar perairan atau kurang lebih dekat permukaan dasar. Mata pancing sebaiknya diberi umpan yang alami. Umpan yang dipakai terdiri dari jenis jenis ikan kecil sekitar berukuran 10 – 20 c atau ikan besar yang dipotong – potong disesuaikan dengan besar mata pancing yang dipergunakan. Dari pengalaman menunjukkan umpan dari daging lumba – lumba lebih disukai ikan cucu. Ikan cucut memiliki daya pencim yang sangat tajam terutama terhadap bau darah. Dari kekuatan daya indera ciumnya ia dapat melacak hingga beberapa kilometer dimana umpan tersebut berasal.
Lama penangkapan tiap trip berlangsung selama 3 – 4 hari tergantung jauh dekatnya daerah penangkapan dan ukuran perahu yang dipakai. Penangkapan rawai cucut ini biasanya dilakukan 3 – 4 orang dengan menggunakan perahu tipe golekan dan daerah penangkapannya berkisar antara 30 – 40 mil dari basis perikanan.
Hasil tangkapan terutama berbagai jenis cucut antara lain: mungsing (cucut) kuda, (Carcharinus sp), mungsing bekem (Cetorchinus maximus), mungsing capil (Hammerhead shark), mungsing tembaga ( Isurus gladius), munsing predung (Rhinobatus schlegeli), mungsing tokek (Stegostoma triginus) dan jenis yang lainnya.
Lokasi penangkapan untu nelayan muncar/tratas daerah penangkapannya meliputi selat bali. Sedang untuk nelayan jangkar berada di panarukan dan daerahnya meliputi bagian timur selat madura. Untuk nelayan pelabuhan ratu terutama selat sunda dan sekitarnya.
Pada Gambar diawal tadi disajikan bentuk lain dari rawai cucut yang umum dipakai saat ini, yang komponen – komponennya terdiri dari:
1.      Main line adalah PE 10 mm, panjang seluruhnya 825m, jumlah mata pancing 34 buah
2.      Float line diikatkan pada tiap ujung main line yang tiap ujungnya diberi pelampung. Float line ini berdiameter 10mm, panjang antara 50 – 200 m
3.      Float dibuat dari bahan plastik, berbentuk bulat, 15 mm
4.      Branch line dibuat dari bahan PE 8 mm, panjang 20 m dan pada ujung bawahnya diberi swived
5.      Wire leader isini letak perbedaan dengan sistem terdahulu yaitu menggunakan rantai
6.      Hook dibuat dari besi baja dan dipakainya mata pancing no. 5
Dalam yang digunakan dalam pemancingan ini berukuran panjang 7,0m, lebar 0,7m, dalam 0,7m, menggunakan out board motor. Hasil tangkapan utama adalah cucut, sedang hasil tangkapan sampingannya yang utama adalah remang (Murotma sp), pari (rays), tenggiri (Scomberoronus sp), manyung. Pancing ini banyak digunakan didaerah Pacitan, Muncar dan Panarukan.
Selanjutnya untuk menangkap cucut yang hidup di perarian dalam seperti cucut botol (Dog sharks) dipakainya rawai dasar perairan dalam. Kontruksi rawai ini disajikan pada gambar atas. Cucut botol ini sedang ramai menjadi buruan orang karena kandungan qualen yang terdapat pada hatinya.


Sekian dulu bagian artikel kali ini. Selanjutnya kita memasuki bahasan terakhir dari hasil Karya Tulis Ilmiah Dasar - dasar Penangkapan Ikan. Semoga Barokah dan Bermanfaat :D

Terima Kasih
Author image
Tentang Penulis

Buhairi Rifqa Moustafid atau biasa dipanggil Taf/Moustafid/Tafid merupakan seorang mahasiswa Jurusan Perikanan dengan program studi Budidaya Perikanan Universitas Gadjah Mada. Saya merupakan orang yang masih perlu banyak belajar untuk menambah wawasan kepenulisan dan artikulasi terutama dalam bidang perikanan. Semoga tulisan - tulisan dalam blog ini bermanfaat dan dapat membuka cakrawala pembaca seputar dunia perikanan, pertanian dan kawan - kawannya. Jika ada kritik, saran, pesan, salah dan tulisan yang tidak berkenan dapat anda sampaikan melalui pesan sosial media yang tercantum. Jazakallahu khoiron katsir.

Follow me on:

0 komentar:

Post a Comment

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net