Jurnal Laporan Praktikum Ekologi Perairan Acara Ekosistem Sungai



Dapat kita lihat bahwa sungai di Indonesia umumnya memiliki sifat multiguna, mulai dari keperluan rumah tangga, keperluan hewan (mandi, minum), transportasi perairan dan lain sebagainya. Kebanyakan fungsi sungai di Indonesia mengalami penurunan yang diakibatkan oleh aktifitas manusia yang cenderung bersifat merusak. Memang tidak semua dari aktifitas manusia merusak,  tapi kebanyakan dari yang dilakukan bersifat merusak. Pemanfaatan sungai sebagai tempat pembuangan air limbah merupakan dampak dari aktifitas masyarakat terhadap lingkungan yang dapat menyebabkan perubahan faktor lingkungan sehingga akan berakibat buruk bagi sebagian organisme air.
Praktikum ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mempelajari dan dapat mengetahui karakteristik ekosistem sungai dan faktor-faktor pembatasnya, mempelajari cara-cara pengambilan data paramereter fisik, kimia dan biologi suatu perairan, mempelajari korelasi antara beberapa parameter lingkungan dengan komunitas biota perairan (makrobentos) serta yang terakhir adalah untuk mempelajari kualitas perairan sungai berdasarkan indeks diversitas biota perairan.
Ekosistem perairan yang terdapat di daratan dibagi menjadi dua kelompok yaitu perairan letik (perairan tenang) misalnya danau dan perairan lotik (perairan berarus deras) misalnya sungai (Payne, 1996). Sungai adalah perairan umum yang airnya mengalir terus menerus pada arah tertentu, berasal dari air tanah, air permukaan yang akhirnya bermuara ke laut. Sungai sebagai perairan umum yang berlokasi di darat dan  merupakan suatu ekosistem terbuka yang berhubungan erat dengan sistem-sistem terestrial dan lentik. Sungai adalah lingkungan alam yang banyak dihuni oleh organisme (Odum,1996). Ekosistem merupakan tatanan secara utuh dari sebuah unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi. Ekosistem juga dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik yang kompleks antar organisme dengan llingkungan (Prawirohartono, 2004). Interaksi dalam suatu ekosistem dapat berupa simbiosis mutualisme, parasitisme, komensalisme, predatorisme, dan kompetisi. Secara umum ada tiga tipe ekosistem, yaitu ekosistem air (akuatik), ekosistem darat (terestrial),  dan ekosistem buatan (Aryulina, 2004). Kebanyakan lokasi sungai dengan lajur filter mempunyai suatu jumlah total dan keragaman taksa invertebrata yang jauh lebih tinggi. (Tjokrokusumo, 2008).
 Adapun tujuan dari praktikum ini adalah mempelajari karakteristik ekosistem sungai dan faktor – faktor pembatasnya. Mempelajari cara – cara pengambilan data tolokukur (parameter) fisik, kimia, dan biologi di suatu perairan. Mempelajari korelasi antara beberapa tolok ukur lingkungan dengan komunitas biota perairan (makrobentos). Juga untuk mempelajari kualitas perairan sungai berdasarkan indeks diversitas biota perairan.

METODE

SEBELUMNYA                              SELANJUTNYA

No comments:

Post a Comment