.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }

Penjelasan Mengenai Rawai Perairan Karang dan Kegunaannya

Tafshare - Pada bahasan sebelumnya saya telah membagikan Uraian Mengenai Rawai Cucut (Sharks Longline). Untuk kesempatan siang kali ini, saya akan memberikan potongan artikel yang terakhir dalam pembahasan rawai tuna, pancing rawai atau kerennya Tuna Longline. Pembahasan kali ini akan mengulas penggunaan rawai yang khusus di operasikan di perairan karang.


Pada umumnya pancing rawai terutama rawai dasar pengoperasiannya dilakukan dengan memperhatikan keadaan topografi dasar perairan, sebab untuk perairan yang dasarnya terdapat karang – karang, terumbu karang atau banyak bebatuan akan memungkinkan mata pancing mudah tersangkut dan tali pancingnya itu mudah terbelit – belit oleh karang – karang. Untuk itu telah dibuat konstruksi (desain) khusus bentuk pancing yang dapat dioperasikan di atas karang – karang khususnya dan atau perairan karang pada umumnya.
Pada gambar di bawah disajikan bentuk rawai karang. Seperti halnya pancing rawai lainnya, terdiri dari main line, bahan kuralon 6mm, main floa  dengan bendera, talipelampun (bahan poly – ethylem 88mm), pemberat utama dari batu  (berat 2 – 5 kg). Pelampung Y50.Y80, branch line, snood Ø 76 mm, sepotong tali cabang PE-3 (1m), kili – kili (bross box No. 3), stainless wire 0,5 m dan mata pancing merk murudo mutso 355, No. 28. Panjang seluruh tali utama 400 m, menggunakan 18 keranjang (110 buah mata pancing).
Operasional penangkapan dilakukan di perairan karang, diatas karang – karang dengan terlebih dahulu diadakan penyelaman untuk mengetahui kondisi karangnya. Kedalaman 10 – 25 m. Hasil tangkapan utama dalah Kerapu (Epinephelus sp), sidat karang (muraenidae), kakap (Litjanidae), dan gabus laut (Rackycentrum canadas).
Dari keseluruhan keterangan yang tela dibahas diatas, ada pula jenis – jenis peairan yang cocok untuk menggunakan alat tangkap tersebut. Ada beberapa perairan yang tidak pas atau kurang cocok untuk menggunakan alat tangkap pancing rawai. Pada pembahasan selanjutnya akan dijelaskan secara singkat jenis – jenis perairan utuk pengunaan pancing rawai.
 Sampai sini dulu ya perjumpaan kita untuk hari ini. Esok kita akan ganti bab pembahasan. Tentunya masih mengambil dari KTI yang telah saya buat sebelumny. Terima kasih

Semoga Barokah :D
Author image
Tentang Penulis

Buhairi Rifqa Moustafid atau biasa dipanggil Taf/Moustafid/Tafid merupakan seorang mahasiswa Jurusan Perikanan dengan program studi Budidaya Perikanan Universitas Gadjah Mada. Saya merupakan orang yang masih perlu banyak belajar untuk menambah wawasan kepenulisan dan artikulasi terutama dalam bidang perikanan. Semoga tulisan - tulisan dalam blog ini bermanfaat dan dapat membuka cakrawala pembaca seputar dunia perikanan, pertanian dan kawan - kawannya. Jika ada kritik, saran, pesan, salah dan tulisan yang tidak berkenan dapat anda sampaikan melalui pesan sosial media yang tercantum. Jazakallahu khoiron katsir.

Follow me on:

0 komentar:

Post a Comment

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net