Jurnal Laporan Praktikum Ekologi Perairan Acara EKOSISTEM DANAU



Zonase perairan tergenang baik danau maupun perairan lentik dibagi menjadi dua yaitu zonase bentos atau dasar dan zonase kolam air. Berdasarkan kesuburannya perairan lentik (danau) diklasifikasikan menjadi 5 yaitu oligotrofik, mesotrofik, eutrofik, hiper-eutrofik dan distrofik (Cole, 1988).
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah mempelajari karakteristik ekosistem lentik dan faktor – faktor pembatasnya. Mempelajari cara pengambilan data tolak ukur fisika, kimia dan biologi dari suatu perairan. Mempelajari korelasi antara beberapa tolok ukur lingkungan dengan populasi biota perairan. Terakhir dari tujuan praktikum ini adalah mempelajari kualitas perairan lentik berdasarkan indeks diversitas biota perairan.

METODE
Praktikum ekosistem ini dilaksanakan pada hari selasa, 15 Maret 2016 pukul 14.00 di Waduk Tambak Boyo. Danau yang digunakan untuk praktikum berada di Waduk Tambak Boyo, Yogyakarta. Praktikum kali ini dibagi menjadi 3 stasiun pengamatan. Dalam praktikum ini parametr yang dipelajari adalah parameter fisika, parameter kimia dan parameter biologi.
Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah pH meter, larutan MnSO, larutan reagen oksigen, larutan HSO pekat, larutan 1/80 N NaSO, larutan 1/44 N NaOH, larutan 1/50 HSO, larutan 1/50 HCl, larutan indikator amilum, larutan indikator Phenophphtalein (PP), MO, BCG/MR, larutan 0,1 N kalium permanganat, 6N HSO, larutan 0,1 asam oksalat dan 4% formalin. Adapun peralatan yang dibutuhkan meliputi water sampler, meteran, termometer, botol oksigen, erlenmeyer gelas ukur, pipet ukur, pipet tetes, ember plastik, jaring plankton, kertas label, alat tulis, secchi disk dan tali pramuka.
Parameter pada praktikum ini mencakup parameter fisika, kimia dan biologi. Untuk parameter fisika meliputi suhu air, suhu udara, keceahan air, TSS dan warna air. Parameter kimia meliput DO, CO bebas, alkalinitas, pH, BO dan BOD4. Seharusnya pada parameter kimia praktikan menganalisis BOD5, tapi karena jadwal kampus yang tidak buka untuk hari minggu dan mungkin banyak asisten yang berhalangan hadir untuk membimbing pada hari tersebut maka BOD5 diganti menjadi BOD4. Untuk parameter biologi sendiri meliputi densitas dan deversitas plankton. Prinsip kerja pada praktikum kali ini adalah mengumpulkan data – data pada tiap stasiun yang sudah dibagi sebelumnya dan tiap – tiap stasiun mengambil cuplikan plankton ke dalam botol cuka untuk diamati lebih lanjut di Lab. Untuk mengamati dan menghitung plankton dilakukan dengan menggunakan metode Sedwick Rafter Counting Cell (SR) dengan volume 1ml, sedangkan untuk indeks deversitas keragaman plankton dihitung dengan rumus Shannon-Wienner. Selanjutnya metode Gravimetri digunakan untuk menentukan TSS, metode Winkler untuk menentukan DO, metode Alkalimetri untuk


SEBELUMNYA                              SELANJUTNYA

No comments:

Post a Comment