Jurnal Laporan Praktikum Ekologi Perairan Acara EKOSISTEM DANAU



Perairan yang baik untuk menunjang kegiatan perairan baik untuk budidaya, pertanian dan kebutuhan sehari – hari adalah perairan yang memiliki kecerahan pada kedalaman 2m (standart baku mutu air PP. No 82 Tahun 2001). Kecerahan pada stasiun 1 berada di angka 0,205m. Kecerahan ini sangat pendek atau dangkal. Pada stasiun 2 kecerahan beada di angka 0,71. Kecerahan yang lebih baik dari stasiun 1. Untuk stasiun 3 sendiri kecerahannya sangat baik yakni berada di angka 1,27 M meskipun belum berada di angka standar. Sehingga stasiun terbaik untuk angka kecerahan berada di stasiun 3.
TSS atau padatan tersuspensi adalah zat padat yang tersedimentasi sehingga dapat menimbulkan pendangkalan pada perairan kususnya perairan lentik. Pada 3 stasiun pengamatan didapat kandungan TSS dari stasiun 1 sampai 3 yakni 0,42; 0,22; 0,82. Masuknya padatan tersuspensi yang menimbulkan kekeruhan air menyebabkan musnahnya sumberdaya perikanan di daerah pemijahan maupun di daerah penangkapan. Selain pengaruh langsung terhadap biota ikan, pencemaran, kekeruhan, dan pendangkalan juga menyebabkan musnahnya organisme air lainnya seperti fitoplankton, zooplankton, bentos, dll, yang merupakan mata rantai makanan bagi ikan. Pendangkalan juga menyebabkan berkurangnya ruang hidup organisme perairan terutama di lahan basah tepian danau sehingga memusnahkan lingkungan khusus daerah tinggalnya (Haryani, 2013). Semakin tinggi nilai TSS berarti lingkungan perairan tersebut semakin buruk. Sehingga pada parameter TSS didapat stasiun terbaik berada di stasiun 2 karena kandungan TSS yang sangat rendah.

SEBELUMNYA                              SELANJUTNYA

No comments:

Post a Comment