Jurnal Laporan Praktikum Ekologi Perairan Acara ESTIMASI POPULASI GASTROPODA DAN MAKROBENTOS

berbagai parameter lingkungan yang rendah, termasuk cukup tinggi. Contohnya terhadap oksigen terlarut yang rendah, gastropoda masih memiliki toleransi, begitu juga dengan kandungan CO2 bebas, alkalinitas dan lainnya.
Pencemaran di beberapa daerah akibat limbah industri dan rumah tangga seringkali menjadi penyebab menurunnya jumlah makrobentos serta organisme lainnya dalam perairan. Gastropoda sebagai indikator perairan yan mempunyai sifat kosmopolit, dapat menjadi parameter sejauh mana tingkat pencemaran limbah-limbah tersebut terhadap perairan. Praktikum kali ini penting bagi pengelolaan secara biologis lingkungan, karena lingkungan adalah pembatas organisme yang hidup di dalamnya.
Gastropoda merupakan salah satu kelas dalam filum molusca. Gastropoda berasal dari bahasa Yunani, gaster berarti perut dan podos berarti kaki. Gastropoda berarti hewan berkaki perut. Sama seperti molusca lainnya, gastropoda memiliki tubuh lunak yang dilindungi olek eksoskeleton (Fictor, d.k.k, 2009). Gastropoda adalah mollusca yang memiliki cangkang dengan bentuk tabung yang melingkar-lingkar ke kanan seperti pada jarum jam (Kuncoro, 2004). Gastropoda memiliki jumlah spesies yang cukup banyak, yaitu sekitar 40.000 spesies (Firmansyah, 2009). Gastropa memiliki lidah, perut dan zat tanduk untuk menghancurkan makanan. Cangkangnya berbentuk kerucut terpilin. Paada bentuk larva tubuhnya berbentuk simetri bilateral tetapi dalam perkembangannya mengalami pembengkokan sehingga membentuk lingkaran. Pada waktu dewasa, anusnya berada di sebelah atas mulutnya. Saat larva bernafas dengan insang dan pada waktu dewasa bernafas dengan paru-paru. Sufatnya hermaprodit. Gastropoda memiliki bentuk cangkang yang beragam, ada yang conical, biconical, turreted, fusiform, patelli form, dll (Wardhana, 1990). Gastropoda memiliki variasi habitat, ada yang mampu hidup di laut ada pula yang mampu dalam berbagai tipe substrat dasar perairan (Barnes, 1987). Arus sungai sendiri pada dasarnya akan mempengaruhi kandungan substrat dan juga akan mempengaruhi kepadatan dan keanekaragaman hayati. Hewan-hewan bentos yang sering ada dalam grup dan mempunyai sifat khas dikenal sebagai communities masyarakat. Hal ini berhubungan dengan kondisi lingkungan yang spesifik (Hutabarat dan Evans, 1985). Makrobenthos adalah hewan dasar yang hidup di endapan dasar perairan, baik yang merayap, menggali lubang atau melekatkan diri pada substrat (Odum, 1971).
Sebagaimana kehidupan biota lainnya, penyebaran jenis dan populasi komunitas bentosditentukan oleh sifat fisika, kimia dan biologi perairan. Sifat fisik perairan seperti kedalaman, kecepatan arus dan warna serta kecerahan dan suhu air. Sifat kimia perairan antara lain DO, bahan organik, pH, kandungan hara dan faktor biologi yang berpengaruh adalah komposisi jenis hewan dalam perairan diantaranya adalah produsen yang merupakan
SEBELUMNYA                              SELANJUTNYA

No comments:

Post a Comment