KTI: Optimalisasi Arang Kayu untuk Menurunkan Kadar Kafein pada Kopi



Penggunaan arang pada Kopi sudah ada sejak zaman mesir kuno. Pada zaman yang masih tergolong primitive karena sekitar pada tahun 2000 sm. Zaman yang terlampau jauh pada masa lalu, sudah mengerti dunia obat – obatan tradisional yang menggunakan bahan – bahan alami (herbal).
Pada masa yang tidak mengerti zat – zat kimia atau ilmu pengetahuan alam, mereka sudah menggunakan bahan – bahan yang belum kita ketahui manfaatnya. Akan tetapi mengingat sebuah sejarah, perlu diketahui bahwa masyarakat mesir kuno menggunakan arang sebagai bahan obat herbal.
Para dokter Mesir kuno, juga Hippokrates (tabib Yunani) menyarankan penggunaan arang untuk pengobatan. Orang-orang Indian Amerika Utara menggunakannya untuk penyakit masuk angin dan infeksi kulit. Arang menyembuhkan bengkak dan memar. Sebuah penelitian di tahun 1981 menemukan bahwa arang aktif mengurangi jumlah gas yang dihasilkan akibat makan kacang-kacangan dan makanan pembentuk gas lainnya. Arang menyerap kelebihan gas bersama dengan bakteri yang membentuk gas tersebut. Arang aktif membantu mengurangi nafas bau, karena arang membersihkan bau mulut maupun saluran pencernaan.

B. Jenis – Jenis Arang
Arang tidak hanya kayu hitam yang usai dibak ar. Arang juga memiliki jenis – jenisnya sendiri. Arang di bagi menjadi beberapa menurut asal arang dan bagaimana proses terbentuknya. Arang dibagi menjadi 2 jenis yaitu:
1.      Arang Aktif
Arang aktif adalah kayu keras yang terbentuk dari proses pembakaran yang stabil, yaitu dari proses pembakaran dengan suhu tinggi dan melalui proses pendinginan dengan alami atau mati dengan sendirinya yang kemudian dinyalakan kembali dan dingin kembali. Sehingga arang aktif adalah kayu yang telah dibakar menjadi arang yang kemudian dingin lalu dibakar lagi atau di aktifkan lagi. Sehingga arang aktif adalah arang yang melalui 2 proses pembakaran dan 2 proses pendinginan.


SEBELUMNYA          SELANJUTNYA

No comments:

Post a Comment