KTI: Optimalisasi Arang Kayu untuk Menurunkan Kadar Kafein pada Kopi



1.      Arang non aktif
Arang non aktif adalah arang yang terbentuk dengan sekali pembakaran pada api yang stabil dan merata yang kemudian didinginkan atau dingin dengan sendirinya. Sehingga arang non aktif adalah arang yang terbentuk dengan satu kali proses pembakaran dan didinginkan atau dingin dengan sendirinya.

C. Sifat kimia yang terkandung pada Arang Aktif
Sifat kimia atau kandungan zat yang terkandung dalam suatu benda sangat penting untuk kualitas dan kegunaannya. Selain untuk meningkatkan kualitas kandungan zat juga dibutuhkan supaya kita dapat mengetahui efek dan manfaat dari penggunaan. Begitu pula pada arang. Sifat kimia sangat penting dalam kaitan dengan penentuan kualitas arang. Arang terdiri dari unsur C, H, O dan komponen non organis (mineral). Komposisi unsur tersebut didalam arang tergantung dari proses karbonisasi, suhu dan metode karbonisasi.
Sifat arang yang lain yaitu mempunyai kadar CO tinggi, sedikit unsur P,S,N dan daya serap besar. Selanjutnya beberapa sifat kimia arang dapat didefinisikan sebagai berikut.

1. Nilai Kalor
Dibandingkan dengan kayu, nilai kalor arang menjadi lebih tinggi yaitu berkisar 6.760 – 7860 kal/gr untuk kadar air 5 – 6%. Variasi nilai kalor banyak disebabkan oleh komposisi kimia dari kayu dan proses karbonisasi. Kayu dengan berat jenis tinggi umumnya menghasilkan arang dengan nilai kalor yang tinggi. Demikian pula semakin sempurna proses karbonisasi, kadar karbon akan semakin tinggi, kadar hidrogen dan oksigen menurun, nilai kalor semakin tinggi. Nilai kalor diukur dengan alat Calorimeter.

2. Kadar Air
Arang dapat menyerap 16% air tergantung dari jenis larutannya. Sifat higroskopis menurun dengan meningkatnya suhu karbonisasi. Kadar kering udara arang berkisar antara 5 - 7 %. Kadar air dipengaruhi oleh proses karbonisasi, yaitu jumlah udara, suhu maupun lamanya 

SEBELUMNYA          SELANJUTNYA

No comments:

Post a Comment