KTI: Optimalisasi Arang Kayu untuk Menurunkan Kadar Kafein pada Kopi


pengarangan. Tidak dipengaruhi oleh berat jenis bahan baku. Penentuan kadar air adalah dengan cara dikeringkan dalam oven pada suhu 105-110 derajat celcius selama  lebih kurang 2 jam.
Kadar Air = (BB-BK) : BB x 100%
BB= berat basah
BK= berat kering
3. Kadar Abu
Kadar abu adalah adalah persentasi abu (residu) yang terjadi dari pembakaran sempurna arang. Kadar abu dipengaruhi proses karbonisasi terutama suhu maksimum dan lamanya pengarangan. Kadar abu bervariasi antara 1 - 4 % tetapi kadang dapat lebih misalnya arang dari kulit kayu. Kadar abu ditentukan dengan cara menimbang residu (sisa) pembakaran sempurna.
Contoh uji ditimbang, kemudian dipanaskan hingga mencapai suhu 750 derajat celcius selama 2 jam.
Kadar Abu = berat abu : berat contoh x 100%

4. Kadar Zat Terbang
Kadar zat terbang disebut juga kadar zat mudah menguap (volatile matter), yaitu persen zat yang terbuang dalam bentuk gas pada saat pembakaran arang. Penentuan kadar zat terbang adalah dengan cara dipanaskan  dalam tanur listrik pada suhu 950 derajat celcius selama 5 menit  kemudian didinginkan dalam eksikator.
Kadar Zat Terbang = (M-N) : M x 100%
M = berat contoh asal
N = berat contoh setelah dipanaskan

5. kadar Fixed Carbon (Karbon terikat)
Kadar fixed carbon yang tinggi diperoleh pada proses karbonisasi yang lambat dengan suhu yang tinggi. Dengan cara ini zat terbang hampir seluruhnya dapat dikeluarkan dan dapat mengikat karbon mencapai sekitar 90 %.
Kadar Fixed Carbon = 100% - Kadar Zat Terbang - Kadar Abu
Itulah pembahasan seputar arang, mulai dari pengertiannya sampai kerugian penggunaan arang. Akan tetapi bagaimana jika arang tersebut dicampur atau di gunakan pada Kopi? Apakah sama seperti dikonsumsi langsung atau ada perubahan? Hal ini akan dibahas pada subbab selanjutnya.


SEBELUMNYA          SELANJUTNYA

No comments:

Post a Comment