.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }

Persebaran Cephalopoda di Indonesia

Sumber: uni-object.blogspot.co.id
Tafshare - Sebelumnya Taf telah membagikan Contoh Soal Tugas Kelompok Perancangan Percobaan. Kali ini Taf akan membagikan hasil dari diskusi kelompok dalam mengerjakan Tugas kuliah. Tugas ini di berikan kepada mahasiswa oleh dosen bernama Bapak Tri Joko agar mahasiswa aktif dan mengetahui lebih dalam mengenai Avertebrata Air. Kelompok yang Taf ikuti mendapatkan tugas untuk mencari Persebaran Cephalopoda di Indonesia. Sebelum membahas lebih jauh, sebelumnya kita berkenalan dengan hewan yang satu ini. Berikut ini kami rangkum arti chepalopoda menurut para ahli.


Cephalopoda digolongkan sebagai hewan karnivora karena memakan udang dan ikan - ikan pelagis yang ditangkap dengan tentakelnya (Barnes, 1987). Komponen makanan ditemukan dalam lambung Cephalopoda adalah ikan - ikan kecil. Selain ikan - ikan kecil, crustacean merupakan komponen makanan yang mempunyai frekuensi kejadian yang cukup besar (Raharjo dan Bengen, 1984).

Menurut Soewito dan Syarif (1990), menyatakan Cephalopoda menghuni perairan dengan suhu antara 8 sampai 32 derajat celcius dan salinitas 8,5 sampai 30 per mil. Terjadinya kelimpahan Cephalopoda ditunjang oleh adanya zat hara yang terbawa arus (run off) dari daratan. Zat hara tersebut dimanfaatkan oleh fitoplankton yang selanjutnya dimanfaatkan oleh zooplankton, juvenile ikan ataupun ikan - ikan kecil merupakan makanan Cephalopoda.

Menurut Voss (1963) dan Roper, daerah penyebaran cumi-cumi adalah di perairan Pasifik Barat, Australia Utara, Pulau Filipina, bagian utara Laut Cina Selatan sampai Jepang. Penyebaran Cephalopoda di seluruh perairan Indonesia hampir merata, yaitu dari Barat Sumatera sampai ke selatan Irian Jaya, dari Selat Malaka ke timur sampai ke perairan Timur Sumatera, Laut Jawa, Laut Banda, dan perairan Maluku/ Arafura.
Penyebaran cumi-cumi hampir di seluruh laut di dunia ini , mulai dari pantai sampai laut lepas dan mulai permukaan sampai kedalaman beberapa ribu meter (Hamabe, M et al. 1982).

Dari uraian diatas dapat penulis simpulkan bahawa Cephalopoda tersebar diseluruh perairan dunia. Karena suhu yang hampir ada di seluruh bagian dunia mulai dari 8 derajat hingga 32. Ini memungkinkan kehidupan yang layak bagi cephalopoda. Sedangkan persebaran cephalopoda di indonesia dapat digambarkan sebagai berikut:

Persebaran Cephalopoda di wilayah perairan Indonesia
Setidaknya peta di atas dapat memberikan gambaran wilayah persebaran chepalopoda di perairan Indonesia dan sekitarnya. Meskipun persebarannya sangat merata dan di perairan negeri ini cukup kaya akan hewan yang satu ini. Namun pemanfaatannya masih belum maksimal dan menganggap hewan ini hanyalah barang yang tidak bernilai.

Sekian, insyaallah di kesempatan berikutnya akan dibahas pemanfaatannya dan yang terkait dengan itu. Terimakasih

NB: Diambil dari beberapa sumber dan kuliah Avertebrata Air pak Trijoko, dosen Fakultas Biologi UGM

0 komentar:

Post a Comment

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com