.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }

Sisi Kelemahan Perikanan Tangkap (Laut) #2

3. Biaya yang Mahal
Baca Juga: Apa itu TankĊbon?
Ya, biaya. Biaya selalu menjadi permasalahan utama dalam semua lini aktivitas manusia. Permasalahan biaya ini juga menjadi faktor utama dalam Perikanan Tangkap. Keperluan yang banyak dalam melakukan pelayaran membutuhkan pengeluaran yang tidak sedikit. Dengan biaya operasional seperti solar, es curah, ransum dan lainnya serta resiko kecelakaan laut, hasil jualan dari ‘berburu’ ikan belum tentu menutup semua pengorbanan yang ada. Biaya melaut kapal dengan menggunakan marine engine 173 PK memerlukan Rp 40-60 juta, sedangkan hasilnya bisa mencapai Rp 80 juta. Kelompok nelayan yang mayoritas kurang mampu harus menggandeng mitra memodali usaha melaut. Sistim keuntungannya pun diterapkan bagi hasil dengan pemilik modal, sisanya dibagi dengan Anak Buah Kapal (ABK). Dikwatirkan jika hasil tangkapan tidak mampu menutupi biaya operasional, maka hal itu akan menjadi beban kelompok. Ironisnya jika telah terjadi hutang dan tidak mendapatkan keuntungan yang mampu menutupi hutang tersebut, maka aset terpenting -Kapal, alat tangkap dsj- akan di sita sebagai ganti dari hutang kelompok tersebut.

4. Ketidakpastian Hasil
Baca Juga: Kelebihan Pemanfaatan Sektor Perikanan Tangkap #2
Dalam bidang perikanan tangkap hasil merupakan suatu ketidakpastian. Siapa yang akan mengetahui hasil yang di dapat ketika melakukan penangkapan di laut?. Siapa yang mengetahui apa yang akan tertangkap di dalam perairan yang sangat luas?. Tidak ada yang tahu bahkan Fishing master sekalipun. Fishing master hanya memperkirakan dimana tempat ikan berada. Tanda - tanda alam seperti air yang bergerak, riak, burung - burung yang menggerombol juga hanya menandakan saja bahwa ikan ada di sekitar sana. Akan tetapi untuk kepastian hasil yang di dapat tidak dapat di tentukan. Hal inilah yang menjadikan Challenge tersendiri bagi perikanan tangkap. Meskipun banyak by catch yang juga biasa di dapat, akan tetapi kKetidakpastian ini membuat sebagian besar dari pelaku perikanan tangkap was - was. Apakah hasil yang di dapat akan menguntungkan atau justru sebaliknya?.

Baca Juga: Definisi - definisi Dalam Perikanan Bagian 2

SEBELUMNYA                  SELANJUTNYA
Author image
Tentang Penulis

Buhairi Rifqa Moustafid atau biasa dipanggil Taf/Moustafid/Tafid merupakan seorang mahasiswa Jurusan Perikanan dengan program studi Budidaya Perikanan Universitas Gadjah Mada. Saya merupakan orang yang masih perlu banyak belajar untuk menambah wawasan kepenulisan dan artikulasi terutama dalam bidang perikanan. Semoga tulisan - tulisan dalam blog ini bermanfaat dan dapat membuka cakrawala pembaca seputar dunia perikanan, pertanian dan kawan - kawannya. Jika ada kritik, saran, pesan, salah dan tulisan yang tidak berkenan dapat anda sampaikan melalui pesan sosial media yang tercantum. Jazakallahu khoiron katsir.

Follow me on:

0 komentar:

Post a Comment

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net