.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }

Ciri Umum Usaha Perikanan Tradisional

Industri perikanan merupakan sektor ekonomi yang sedang dilirik pada periode pemerintahan saat ini. Kondisi ini dikarenakan kita sebagai bangsa yang besar dan luas sumberdaya perairannya tapi masih kalah jauh dengan negara tetangga yang potensi perairannya sangat sedikit. Perikanan kita masih kalah jauh dengan Malaysia, Filiphina apalagi Jepang. Sehingga pengembangan industri sektor perikanan dari hulu hingga hilir patut diperhitungkan.

Meskipun menjadi salah satu perhatian utama pemerintah sekarang, masih banyak yang perlu dibenahi untuk meningkatkan integritas pengolah/industri/usaha perikanan. Banyak dari sektor perikanan kita dari sabang hingga merauke yang masih menerapkan usaha perikanan tradisional. Bukan bermaksud merendahkan atau mengesampingkan, akan tetapi laju perkembangan industri perikanan dunia sangatlah pesat. Mayoritas dari negara maju dan negara yang kuat perikanannya menggunakan tenaga pembantu mesin sehingga dapat mengerjakan banyak hal dari sortir hingga mengolah dan menghasilkan jumlah yang melimpah dalam sekali proses. Karena itulah, dibandingkan dengan industri perikanan tradisional yang masih menggunakan tenaga manusia dan menghasilkan produk yang berkecukupan setara dengan tenaga manusia yang ada belumlah cukup untuk mengimbangi negara - negara penghasil sektor perikanan besar dunia.

Pengolahan tradisional menggunakan hasil tangkapan nelayan  sebanyak 50% bahkan lebih tetapi sangat jarang menhasilkan produk yang berkualitas tinggi. Sehingga diperlukan adanya evaluasi atau pemberian informasi mengenai pengolahan ikan yang baik dimulai dari penanganan ikan pertama dari setelah penangkapan, pengolahan menjadi setengah jadi/jadi hingga pemasaran. Adapun ciri - ciri umum dari usaha pengolahan tradisional masyarakat pesisir, yaitu:
  1. Bersifat Rumah Tangga 
  2. Dekat dengan Sumber Bahan Baku 
  3. Skala dan Modal Kecil 
  4. Pengetahuan Kurang 
  5. Ketrampilan Warisan 
  6. Peralatan Sederhana 
  7. Sanitasi Kurang di Perhatikan
Author image
Tentang Penulis

Buhairi Rifqa Moustafid atau biasa dipanggil Taf/Moustafid/Tafid merupakan seorang mahasiswa Jurusan Perikanan dengan program studi Budidaya Perikanan Universitas Gadjah Mada. Saya merupakan orang yang masih perlu banyak belajar untuk menambah wawasan kepenulisan dan artikulasi terutama dalam bidang perikanan. Semoga tulisan - tulisan dalam blog ini bermanfaat dan dapat membuka cakrawala pembaca seputar dunia perikanan, pertanian dan kawan - kawannya. Jika ada kritik, saran, pesan, salah dan tulisan yang tidak berkenan dapat anda sampaikan melalui pesan sosial media yang tercantum. Jazakallahu khoiron katsir.

Follow me on:

0 komentar:

Post a Comment

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net