.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }

Hama yang Sering Menyerang Ikan Nila

Hama merupakan masalah utama dalam kehidupan ini meskipun tidak sepenuhnya merugikan. Karena dalam beberapa aspek hama dapat digunakan sebagai penawar. Pada tulisan sebelumnya kita telah membahas mengenai Cara Mengatasi Wabah Penyakit pada Ikan Nila.

Disini kita akan membahas mengenai hama yang sering menyerang ikan terutama ikan nila Sebenarnya hama yang berada pada ikan nila tidak banyak berbeda dengan hama yang menyerang pada ikan lainnya. Ada dua jenis hama pada ikan yaitu yang mematikan dan yang tidak mematikan. Dari kedua jenis ini masih ada turunan - turunannya lagi.

Ada 2 jenis yang penulis ketahui mengenai hama ikan yang tergolong mematikan yaitu: Notonecta dan Larva Cybister

Notonecta
Notonecta merupakan serangga air yang dapat menyerang ikan. Hidupnya parasit di tubuh ikan. Hama ini memiliki preferensi menyerang benih ikan yang masih kecil. Pencegahan hama ini tergolong cukup sulit. Apabila hama notonecta menyerang dan jumlahnya sangat banyak biasanya ditangani dengan cara menyiramkan minyak tanah pada tempat terjadinya hama entah itu bak, kolam, tambak atau tempat budidaya lainnya. Biasanya kapasitas yang dapat dicapai jika terjadi serangan hama ini ialah penggunaan minyak tanah sebanyak 5 liter tiap 1000m persegi luas kolam.

Larva cybister
Memiliki bentuk seperti larva dan terlihat lemah, tetapi larva cybister atau yang biasa disebut ucrit merupakan hama yang paling mematikan dari pada notonecta. Hama ini biasanya menyerang benih ikan. Hama ini memiliki taring yang tajam dan pada ekornya terdapat sengatan. Habitatnya biasanya pada bagian lahan atau tempat budidaya yang mengandung material organik, pada gulma - gulma atau sampah organik yang ada di sekitaran tempat budidaya. Ucrit merupakan fase larva dari kumbang. Ucrit akan bermetamorfosa menjadi kumbang yang dapat melompat antar kolam setelah berumur dewasa. Pembersihan gulma dan sampah organik pada kolam merupakan langkah wala pencegahan dari hama ucrit. Apabila sudah terjadi wabah ucrit di suatu lahan budidaya maka akan sangat merugikan. Ini dikarenakan pemberantasan hanya dapat dilakukan dengan bahan kimia, dan jika ini dilakukan maka akan membunuh benih ikan yang ada didalamnya. Mungkin hanya ada satu cara yaitu pencegahan dan melakukan pemberantasan manual.


Penulis memiliki ide terkait ini yaitu melakukan budidaya polikultur atau penyesuaian tempat budidaya layaknya habitat ikan di alam. Budidaya polikultur diarahkan pada ikan yang kebal terhadap ucrit dan menjadi pemangsanya tapi dapat dipadukan dengan ikan nila. Hanya saja ini perlu diteliti lebih lanjut agar mendapatkan hasil yang mencukupi. Demikianlah pemaparan 2 jenis hama yang sering menyerang ikan dan merupakan salah satu hama paling mematikan.

Masih banyak lagi jenis hama - hama yang lain dalam lingkungan perairan. Permasalahan yang ada sekranag ialah sejauh mana kita mencegah dari munculnya hama. Sejauh mana pengetahuan kita tentangnya dan bagaimana kita mensikapinya.

Sumber:
Agrotani 

0 komentar:

Post a Comment

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com