.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }

Penyakit dan Infeksi pada Ikan Nila serta Pencegahannya

Ikan nila merupakan salah satu komoditas penting di pasaran kita. Bahkan ikan  ini sudah sampai pada pasar ekspor impor. Pada awalnya ikan nila ialah ikan introduksi dari Afrika tepatnya ialah Afrika bagian timur pada 1969. Kemudian sekarang sudah menjadi ikan komoditas penting dan menjadi salah satu sumber protein hewani yang cukup terjangkau.

Dalam proses budidaya ikan, para pembudidaya akan menemui berbagai masalah seperti hama, penyakit dan infeksi lainnya. Sebelumnya kita telah membahas mengenai hama yang cukup sering menyerang ikan nila. Sekarang sedikit kita akan membahas mengenai penyakit dan infeksi pada ikan nila. Sebenarnya ikan nila merupakan salah satu ikan yang kebal terhadap hama dan penyakit. Akan tetapi bukan berarti tidak dapat terkena hama penyakit ikan.

Penyakit Ikan Nila
Secara umum penyakit pada ikan nila dibagi menjadi 2 yaitu penyakit infeksi dan penyakit non infeksi. Penyakit infeksi disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme sedangkat penyakit non infeksi disebabkan oleh lingkungan hidup yang buruk.

Infektan
Ada banyak penyebab infeksi pada ikan nila atau ikan seluruhnya. Akan tetapi berikut ini ialah yang sering menjangkit dan sangat parah akibatnya.

1. Trichodina sp.
Mikroorganisme ini merupakan tipe parasit bagi jenis ikan air tawar atau air laut. Aktivitasnya menempel pada bagian luar seperti kulit, sirip, dan insang. Biasanya ikan yang terserang oleh Trichodina akan mengalami luka - lukan pada bagian luarnya. Luka tersebut berada pada salah satu tempat atau seluruh tempat yang biasanya ia menempel. Sebelum hal ini terjadi sebaiknya sebagai langkah pencegahan lakukanlah sanitasi kolam dan memasang filter air atau bak untuk pengendapan pada instalasi pengairan kolam. Jika sudah terkena wabah ini maka pengobatan dapat dilakukan dengan merendam ikan pada larutan garam (NaCl) selama 24 jam. Larutan garam yang dibutuhkan sebanyak 500-1000 mg/l.

2. Saprolegnia
Wabah Saprolegnia biasanya menyerang telur, larva dan benih ikan. Wabah ini merupakan jenis dari jamur - jamuran yang juga menyerang bagian luar tubuh ikan. Wabah ini akan terlihat seperti benang halus berwarna putih atau putih kecoklatan. Apabila sudah terkena wabah ini maka dapat dilakukan dengan merendam bagian yang terserang pada malachite green 1 mg/liter selama 1 jam atau NaCl 5 gram/liter. Dapat juga menggunakan 200-300 mg/l formalin selama 1-3 jam, tapi penggunaan ini tidak direkomendasikan.

3. Epistylis
Jenis ini merupakan parasit yang menyerang bagian luar tubuh ikan. Hampir sama seperti Trichodina sp. Apabila ikan sudah terserang wabah ini biasanya ciri - ciri yang terlihat ikan sukar bernafas, gerakan lambat, dan pertumbuhan terhambat. Kontak langsung dengan ikan yang terkena wabah ini akan menular dan berkembang menjadi wabah besar. Perlakuan yang dapat dilakukan untuk mencegah wabah ini ialah hindari kepadatan ikan pada kolam. Apabila sudah terkena wabah ini maka yang dapat dilakukan ialah melakukan pengobatan. Pengobatan dapat dilakukan dengan merendam ikan pada larutan KMnO4 sebanyak 20 mg/l selama 15 - 20 menit atau formalin sebanyak 200mg/l selama 40 menit.

Sebetulnya masih banyak lagi jenis parasit, jamur, virus dan sejenisnya yang dapat menyebabkan penyakit atau infeksi pada ikan. 3 Jenis parasit yang telah disebutkan ialah yang paling sering menyerang ikan nila. Terlepas dari itu semua, faktor utama terjadinya penyakit ialah perlakuan pemeliharaan. Maka dari itu, penjagaan terhadap kualitas air atau lingkungan hidup ikan sangat perlu dilakukan demi menghindari permasalahan - permasalahan tersebut.
Author image
Tentang Penulis

Buhairi Rifqa Moustafid atau biasa dipanggil Taf/Moustafid/Tafid merupakan seorang mahasiswa Jurusan Perikanan dengan program studi Budidaya Perikanan Universitas Gadjah Mada. Saya merupakan orang yang masih perlu banyak belajar untuk menambah wawasan kepenulisan dan artikulasi terutama dalam bidang perikanan. Semoga tulisan - tulisan dalam blog ini bermanfaat dan dapat membuka cakrawala pembaca seputar dunia perikanan, pertanian dan kawan - kawannya. Jika ada kritik, saran, pesan, salah dan tulisan yang tidak berkenan dapat anda sampaikan melalui pesan sosial media yang tercantum. Jazakallahu khoiron katsir.

Follow me on:

0 komentar:

Post a Comment

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net