Kecepatan Arus Laut Jawa: Sebuah Pengantar

Laut adalah sebuah tubuh air asin besar yang dikelilingi secara menyeluruh atau sebagian oleh daratan (nationalgeographic.org). Dalam arti yang lebih luas, "laut" adalah sistem perairan samudra berair asin yang saling terhubung di Bumi yang dianggap sebagai satu samudra global atau sebagai beberapa samudra utama. Laut mempengaruhi iklim Bumi dan memiliki peran penting dalam siklus air, siklus karbon, dan siklus nitrogen. Meskipun laut telah dijelajahi dan diarungi sejak zaman prasejarah, kajian ilmiah modern terhadap laut yaitu oseanografi baru dimulai pada masa ekspedisi HMS Challenger dari Britania Raya pada tahun 1870-an (oceanexplorer.noaa.gov). Laut pada umumnya dibagi menjadi lima samudra besar yang meliputi empat samudra yang diakui Organisasi Hidrografi Internasional (1953) (Samudra Atlantik, Pasifik, Hindia, dan Arktik) dan Samudra Selatan serta bagian yang lebih kecil, seperti Laut Tengah, yang dikenal sebagai laut. Laut terdiri dari banyak bagian yang diberi nama tertentu bergantung dari lokasi dimana laut tersebut berada. Sebagai contoh laut di Indonesia.
Sumber: geologi.co.id
Indonesia memiliki 17.499 pulau dari Sabang hingga Merauke. Luas total wilayah Indonesia adalah 7,81 juta km2 yang terdiri dari 2,01 juta km2 daratan, 3,25 juta km2 lautan, dan 2,55 juta km2 Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Menjadi Negara dengan luas perairan lebih besar dari pada luas daratan. Luas wilayah kelautan di Negara Indonesia melebihi dari daratan, itu yang membuktikan bahwa Indonesia memiliki kemewahan yang luar biasa dalam sektor kelautan. Kekayaan laut yang dimiliki seperti ikan, udang, dan berbagai jenis hewan laut lainnya membuat perhatian masyarakat luar negeri menjadi meyukai hasil laut Indonesia (Roza, E. 2017). Beberapa laut dapat kita temui di Indonesia. Beberapa laut yang dapat kita temui di Indonesia antara lain adalah Laut Jawa, Laut Sumatera, Laut Arafuru, dan lain sebagainya (Fatma, D., 2016).

Laut Jawa adalah perairan dangkal dengan luas kira-kira 310.000 km2 di antara Pulau Kalimantan, Jawa, Sumatera, dan Sulawesi di gugusan kepulauan Indonesia. Laut ini relatif muda, terbentuk pada Zaman Es terakhir (sekitar 12.000 tahun Sebelum Masehi) ketika dua sistem sungai bersatu. Di Laut Jawa terdapat beberapa gugusan pulau dan kepulauan: Kepulauan Seribu di utara Kabupaten Tangerang dan secara administratif masuk dalam wilayah DKI Jakarta, Kepulauan Karimun Jawa yang masuk administrasi Jawa Tengah, Pulau Bawean dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, Kepulauan Masalembo, dan Pulau Kangean beserta pulau-pulau kecil di sekitarnya yang berada di bawah administrasi Provinsi Jawa Timur (fieldmuseum.org).

Massa air di Laut Jawa dipengaruhi oleh beberapa fenomena, baik fisikal maupun meteorologikal. Arus (pergerakan massa air) merupakan fenomena penting dalam oseanografi, karena berkaitan dengan sirkulasi atau aliran massa air. Gerakan massa air terjadi karena resultan dari berbagai macam gaya yang bekerja pada kolom massa air yang memiliki suatu percepatan (Pond dan Pickard, 1983). Gerakan-gerakan air laut disebabkan oleh beberapa faktor dan gerakan air laut ini sangat penting bagi berbagai proses alam laut, baik itu biologis atau non-biologis (Hutabarat dan Evans, 2000).

Angin berhembus secara horizontal dari timur ke barat saat monsun timur dan bertiup ke arah sebaliknya saat monsun barat di Laut Jawa (Nagara et al., 2007). Monsun dapat dikategorikan sebagai angin musiman secara periodik. Monsun barat laut mencapai puncaknya pada bulan Desember sampai Februari dan seringkali disertai dengan hujan dan angin, orang Indonesia biasanya menyebutnya musim hujan, sedangkan monsun tenggara mencapai puncaknya pada bulan Juni sampai Agustus dan biasanya dikategorikan sebagai curah hujan rendah, yang biasanya disebut monsun barat. Karena sifat monsun yang sangat konstan dan periodenya yang tetap, arus laut memperlihatkan karakteristik yang sama (Wyrtki, 1961). Karena itu, arus di permukaan Laut Jawa cenderung mengikuti angin pada umumnya yang berubah sepanjang tahun. Daerah monsun dibatasi oleh garis bujur 30°B dan 120°T, garis lintang 35°U dan 25°S, dan ditentukan oleh indeks monsun (Ramage, 1971). 

Sumber:
Fatma, Desy. 2016. 23 Macam-macam Laut – Klasifikasi dan Manfaatnya. https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/laut/macam-macam-laut. Diakses pada hari Jum’at, 3 Mei 2019 pukul 11.37 WIB

Hutabarat, S., S.M. Evans. 2000. Pengantar oseanografi. Universitas Indonesia, Jakarta.

Nagara, G.A., N.A. Sasongko, O.J. Olakunle. 2007. Introduction to Java Sea. University of Stavanger.

Organisasi Hidrografi Internasional. 1953. Limits of Oceans and Seas (Special Publication No. 28) (edisi ke-ke-3). www.iho.int/iho_pubs/standard/S-23/S-23_Ed3_1953_EN.pdf. diakses pada hari Rabu, 1 Mei 2019 pukul 14.54 WIB

Pond, S., G.L. Pickard. 1983. Introduction dynamical oceanography. Pergamon Press, New York.

Ramage, C. S., 1971. Monsoon Meteorology. Academic Press, England.

Roza, Elviana. 2017. Maritim Indonesia, Kemewahan Yang Luar Biasa. https://kkp.go.id/artikel/2233-maritim-indonesia-kemewahan-yang-luar-biasa diakses pada hari Kamis, 2 Mei 2019 pukul 11.25 WIB

Wyrtki, K. 1961. Physical oceanography of the Southeast Asian waters. University of California, NAGA Report, No. 2, 195 pp.

http://www.fieldmuseum.org/pleistocene-sea-level-maps diakses pada hari Jum’at, 3 Mei 2019 pukul 13.18 WIB

https://oceanexplorer.noaa.gov/explorations/03mountains/background/challenger/challenger.html. diakses pada hari Rabu, 1 Mei 2019 pukul 14.44 WIB

https://www.nationalgeographic.org/encyclopedia/sea/. diakses pada hari Rabu, 1 Mei 2019 pukul 06.26 WIB

2 comments: