.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }

Apa itu Danau, Sifat karakteristik dan Ekosistem Danau?


Danau adalah ekosistem air tawar yang mudah kita jumpai selain sungai. Danau mempunyai kegunaan yang sangat penting bagi makhluk hidup. Hal ini berkaitan dengan danau sebagai habitat berbagai organisme air dan sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. Sekarang ini danau telah dimanfaatkan oleh masyarakat, bukan hanya untuk sumber air saja melainkan juga kegiatan perikanan dan wisata. Selain itu juga danau dijadikan tempat olahraga memancing. Karena itu, melihat pentingnya danau maka ekosistem danau dan kualitas air perlu dijaga agar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Berikut ialah penjelasan para ahli mengenai definisi danau dan sifat karakteristiknya
Baca: Komoditas Penting Perikanan Tangkap Konsumsi
Danau adalah cekungan yang air tergenang secara alami. Danau menampung air yang berasal dari hujan, mata air, dan air sungai. Ada juga danau yang dibuat oleh manusia dengan cara membendung aliran sungai. Danau yang dibendung ini biasa disebut waduk atau bendungan (Anggraini, 2007).

Air danau bisanya bersifat jernih dan tumbuhan airterbatas hanya pada daerah pinggir. Danau dicirikan dengan arus yang sangat lambat (0,001 – 0,01 m/s) atau tidak ada arus sama sekali. Oleh karena itu waktu tinggal (residence time) air dapat berlangsung lama (Effendi, 2003).
Baca: Mengenal Istilah - Istilah dalam Perikanan
Ekosistem danau dapat dibedakan menjadi beberapa bagian yaitu benthal, litorial dan profundal (Barus, 2004). Morfologi dari kolam danau sangat penting pengaruhnya dalam semua hal yang berhubungan dengan fisika, kimia dan biologi. Bentuk dan ukuran sebuah danau akan mempengaruhi karakteristiknya (Wetzel, 1991). Zonase perairan tergenang baik danau maupun perairan lentik dibagi menjadi dua yaitu zonase bentos atau dasar dan zonase kolam air. Berdasarkan kesuburannya perairan lentik (danau) diklasifikasikan menjadi 5 yaitu oligotrofik, mesotrofik, eutrofik, hiper-eutrofik dan distrofik (Cole, 1988).

Beberapa penjelasan lain yang belum tersampaikan akan kami sampaikan pada artikel selanjutnya ya. Terima kasih

Daftar Pustaka
Anggraini, Kiki. 2007. Mengenal Ekosistem Perairan. Grasindo. Jakarta.
Barus, T.A. 2004. Pengantar Limnologi. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Cole, G.A. 1998. Textbook of Limnolgy 3th. Waveland Press Inc. Illinos. USA.
Effendi, Hefni. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Kanisius. Yogyakarta
Wetzel, R.G. dan Likens, G.E. 1991. Limnological Analyses. Springer-rerlag. New York. 

0 komentar:

Post a Comment

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com