TAFSHARE

Cara Mudah Menyemai Sawi dan Pakcoy

Tafshare.com - Sayuran menjadi kebutuhan pokok manusia sebagai asupan serat dan nutrisi. Sehingga hampir setiap hari kemungkinan besar pasti mengkonsumsi sayuran, baik dalam bentuk matang atau mentah. Untuk penyediaan sayur rumahan sebetulnya cukup mudah. Diawali dari proses semai hingga panen dengan hasil yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak perlu repot, berikut video untuk penjelasan teknik semai Sawi dengan mudah.
 Cara Mudah Menyemai Sawi dan Pakcoy

Perbedaan Induk Jantan dan Betina Ikan Cupang (Betta sp)

Tafshare.com - Ikan cupang jantan memiliki warna tubuh yang lebih cerah, sirip yang terlihat mengembang dengan indah dan bentuk tubuh yang lebih panjang dan ramping, sedangkan ikan cupang betina memiliki warna tubuh cenderung pucat, sirip tidak selebar ikan cupang jantan, dan bentuk tubuh ya pendek dan gemuk. Selain itu, gerakan dari ikan cupang jantan sangat agresif, dibandingkan dengan betina gerakannya sangat lamban. Sifat agresif ini diperlihatkan ketika ikan jantan bertemu dengan ikan jantan lainnya ataupun ikan betina yang kemudian akan membuka operculum dan seluruh siripnya sehingga akan memperlihatkan kejantanannya Ikan Jantan memiliki kebiasaan yakni akan membuat gelembung gelembung dipermukaan air ketika sudah memasuki fase dewasa. (Atmadjaya, 2008). Pada ikan cupang betina umumnya perut memang lebih gemuk dan sering kali terlihat bayangan telur-telurnya. Ikan cupang memiliki bintik putih di bagian perutnya atau yang disebut dengan eggtube/ovipositor. Tubuh ikan cupang jantan dapat mencapai 5-9 cm, sedangkan ikan cupang betina ukurannya lebih pendek (Kottelat et al., 1993).
sumber: ikancupangku.com
Sumber:
Atmadjaja, J. dan M. Sitanggang. 2008. Panduan Lengkap Budidaya & Perawatan Cupang Hias. PT Agro Media Pustaka, Jakarta.
Kottelat, M., A.J. Whitten, S.N. Kartikasari & S. Wirjoatmodjo, 1993. Freshwater fishes of Western Indonesia and Sulawesi. Periplus Editions, Hong Kong.

Ikan Cupang (Betta sp)


Tafshare.comIkan cupang (Betta sp) merupakan ikan hias yang memiliki banyak bentuk (Polymorphisme) seperti ekor yang bertipe mahkota/serit (crown tail), ekor setengah bulan/lingkaran (half moon), ekor pendek/plakat, dan ekor lilin/selendang (slayer) dengan sirip yang panjang dan berwarna-warni. Keindahan bentuk sirip dan warna sangat menentukan nilai estetika dan nilai komersial ikan hias cupang (Yustina et al., 2002).
Macam-macam ikan cupang a). Plakat, b) Half moon, c) Crown tail, dan d) Slayer
Ikan cupang dikenal dengan sifat agresif dan kebiasaan hidupnya yang sering berkelahi dengan sesame jenis, sehingga dijuluki dengan ikan petarung. Warna tubuh yang dimiliki ikan cupang sangat bervariasa, oleh sebab itu menjadi daya tarik tersendiri. Penampakan warna pada ikan cupang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jenis kelamin, kematangan gonad, genetic, dan faktor geografi. Ikan cupang jantan dapat dibedakan dari warnanya yang cerah dan menarik, bentuk perut ramping, dan sirip ekor maupun analnya panjang. Sementara ikan cupang betina memiliki warna yang kurang menarik, bentuk perutnya cenderung besar, dan sirip ekor maupun analnya pendek. Harga jual dipasarkan biasanya untuk ikan cupang jantan diberandol dengan harga yang tinggi, berbeda dengan ikan cupang betina (Zain, 2002).

Sumber: 
Yustina, Arnentis dan Darmawati. 2002. Daya Tetas dan Laju Pertumbuhan Larva Ikan Betta splendens di Habitat Buatan. Jurnal Bionatur.
Zain, M. 2002. Sex Reversal Memproduksi Benih Ikan Jantan atau Betina. Penebar Swadaya. Bogor.