.showpageArea a { text-decoration:underline; } .showpageNum a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageNum a:hover { border: 1px solid #cccccc; background-color:#cccccc; } .showpagePoint { color:#333; text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; background: #cccccc; margin:0 3px; padding:3px; } .showpageOf { text-decoration:none; padding:3px; margin: 0 3px 0 0; } .showpage a { text-decoration:none; border: 1px solid #cccccc; padding:3px; } .showpage a:hover { text-decoration:none; } .showpageNum a:link,.showpage a:link { text-decoration:none; color:#333333; }

Apa itu Danau, Sifat karakteristik dan Ekosistem Danau?


Danau adalah ekosistem air tawar yang mudah kita jumpai selain sungai. Danau mempunyai kegunaan yang sangat penting bagi makhluk hidup. Hal ini berkaitan dengan danau sebagai habitat berbagai organisme air dan sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. Sekarang ini danau telah dimanfaatkan oleh masyarakat, bukan hanya untuk sumber air saja melainkan juga kegiatan perikanan dan wisata. Selain itu juga danau dijadikan tempat olahraga memancing. Karena itu, melihat pentingnya danau maka ekosistem danau dan kualitas air perlu dijaga agar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Berikut ialah penjelasan para ahli mengenai definisi danau dan sifat karakteristiknya
Baca: Komoditas Penting Perikanan Tangkap Konsumsi
Danau adalah cekungan yang air tergenang secara alami. Danau menampung air yang berasal dari hujan, mata air, dan air sungai. Ada juga danau yang dibuat oleh manusia dengan cara membendung aliran sungai. Danau yang dibendung ini biasa disebut waduk atau bendungan (Anggraini, 2007).

Air danau bisanya bersifat jernih dan tumbuhan airterbatas hanya pada daerah pinggir. Danau dicirikan dengan arus yang sangat lambat (0,001 – 0,01 m/s) atau tidak ada arus sama sekali. Oleh karena itu waktu tinggal (residence time) air dapat berlangsung lama (Effendi, 2003).
Baca: Mengenal Istilah - Istilah dalam Perikanan
Ekosistem danau dapat dibedakan menjadi beberapa bagian yaitu benthal, litorial dan profundal (Barus, 2004). Morfologi dari kolam danau sangat penting pengaruhnya dalam semua hal yang berhubungan dengan fisika, kimia dan biologi. Bentuk dan ukuran sebuah danau akan mempengaruhi karakteristiknya (Wetzel, 1991). Zonase perairan tergenang baik danau maupun perairan lentik dibagi menjadi dua yaitu zonase bentos atau dasar dan zonase kolam air. Berdasarkan kesuburannya perairan lentik (danau) diklasifikasikan menjadi 5 yaitu oligotrofik, mesotrofik, eutrofik, hiper-eutrofik dan distrofik (Cole, 1988).

Beberapa penjelasan lain yang belum tersampaikan akan kami sampaikan pada artikel selanjutnya ya. Terima kasih

Daftar Pustaka
Anggraini, Kiki. 2007. Mengenal Ekosistem Perairan. Grasindo. Jakarta.
Barus, T.A. 2004. Pengantar Limnologi. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Cole, G.A. 1998. Textbook of Limnolgy 3th. Waveland Press Inc. Illinos. USA.
Effendi, Hefni. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Kanisius. Yogyakarta
Wetzel, R.G. dan Likens, G.E. 1991. Limnological Analyses. Springer-rerlag. New York. 

Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan: Selektivitas

Perikanan tangkap merupakan salah satu jenis usaha perikanan yang cukup besar. Namun usaha perikanan tangkap masih belum termanfaatkan dengan optimal. Dalam melakukan penangkapan ikan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan secara serius yaitu alat tangkap yang digunakan dan kelestarian sumberdaya. Alat tangkap yang digunakan berkorelasi positif dengan kelestarian sumberdaya perikanan. Salah satu aspek dalam penangkapan ikan yang ramah lingkungan ialah penggunaan alat tangkap ikan yang memiliki selektivitas tinggi.
Baca: Perikanan Tangkap dan Klasifikasinya
Selektivitas tinggi ialah alat tangkap yang memiliki takaran tertentu pada ikan yang ditangkap. Sehingga alat tangkap yang digunakan tidak menangkap seluruh jenis ikan yang ada namun bergantung pada target dan kriteria ikan yang ditangkap baik secara spesifik maupun kategori tertentu. Misal alat tangkap tuna longline. Alat tangkap ini memiliki target ikan tuna, namun ada beberapa target sampingan atau biasa kita sebut dengan By-catch.
Baca: Jenis Toleransi Ikan pada Parameter Salinitas
Ada dua jenis kriteria secara umum dari selektivitas yaitu selektivitas ukuran dan selektivitas jenis. Berikut ialah contoh dari selektivitas:

1. Alat mampu menangkap ikan lebih dari 3 spesies dengan ukuran yang berbeda jauh.
2. Alat mampu menangkap ikan dengan 3 spesies yang memiliki ukuran berbeda
3. Alat mampu menangkap ikan kurang dari 3 spesies dengan ukuran yang sama atau relatif sama
4. Alat mampu menangkap ikan hanya 1 spesies dengan ukuran relatif sama

Sektor Usaha Kelautan, Pesisir dan Pulau Kecil 2

Sebelumnya kita telah mengenal sebagian dari industri kelautan, pesisir dan pulau - pulau kecil. Kita juga telah mengenal klasifikasi dari perikanan tangkap. Kali ini kita akan melanjutkan kembali bagian kedua dari pemanfaatan sektor ekonomi kelautan, pesisir dan pulau - pulau kecil yang masih mungkin dilakukan.

Sarana Air Bersih
Seperi yang kita ketahui, dipesisir, laut dan pantai pada umumnya sangat sedikit ketersediaan air bersih. Maka dari itu, pengadaan sarana air bersih dapat menjadi pertimbangan tersendiri. Sarana air bersih dapat menjadi pendongkrak sektor pesisir atau pantai dan dapat dijadikan sebagai basis industrialisasi. Pengadaan air bersih juga dapat memanfaatakan sumber matai air di sekitar pantai, pembuatan sumur atau melakukan penyulingan air laut. Mestinya ada peran teknologi untuk perlakuan tertentu.


Jetty
Ini merupakan sebuah dermaga yang tidak tepat ditepi daratan namun menjorok ke arah lautan. Biasa dihubungkan dengan sejenis jembatan (trestle).

Listrik Tenaga Surya (LTS)
WIlayah pesisir kebanyakan merupakan sebua kawasan terbuka atau kawasan mangrove. Pesisir dengan tempat terbuka dapat dimanfaatkan untuk pengadaan pembangkit listrik tenaga surya. Ini menjadi keuntungan tersendiri jika diterapkan, selain menghemat biaya listrik juga meminimalkan anggaran biaya produksi pengolahan ikan. Sehingga mesin - mesin yang membutuhkan tenaga listrik dapat menggunakan panel surya yang telah disediakan. Penggunaan ini juga dapat disalurkan ke kota atau pendduk setempat untuk keperluan sehari - hari. Negara yang telah menerapkan ini ialah inggris. Negara lain yang serupa dengan ini yaitu Belanda, memanfaatkan wilayah pesisir untuk penggerak Kincir Angin.


Lembaga Keuangan Mikro
Lembaga keuangan mikro merupakan lembaga yang mengelola keungan untuk mendorong perekonomian masyarakat. Dipesisir, lembaga keuangan memiliki target sasaran yakni usaha - usaha kecil masyarakat pesisir. Biasanya mengurus permodalan usaha mikro, dikelola secara mandiri. Namun beberapa ada yang dikelola berkelompok dan bekerjasama dengan Bank.

Perikanan Tangkap dan Klasifikasinya

Perikanan tangkap merupakan salah satu sektor pemanfaatan perikanan terbesar setelah budidaya.Di negara kita Indonesia, perikanan tangkap menjadi salah satu andalan untuk memenuhi sektor ekonomi. Pasalnya negara kita memiliki laut yang cukup luas. Tidak hanya itu, bahkan perairan darat juga terbilang cukup besar. Banyak danau, dam, sungai dan perairan darat lainnya yang memiliki sumberdaya perikanan cukup melimpah dan mungkin banyak yang belum termanfaatkan.

Menangkap ikan atau penangkapan ikan merupakan aktivitas yang dilakukan untuk mendapatkan ikan di sebuah perairan yang tidak dalam kondisi dibudidayakan. Aktivitas ini dilakukan dengan cara apapun termasuk penggunaan kapal untuk melakukan muat, angkut, simpan, pendinginan, pengolahan bahkan hingga pengawetan. Dalam aktivitas perikanan tangkap dapat kita bedakan atau klasifikasikan agar mudah dalam memberikan kategori di masing - masing kegiatan penangkapan. Klasifikasi ini dapat kita bedakan berdasarkan lokasi penangkapan, habitat ikan, spesies yang ditangkap dan berdasarkan alat yang digunakan.

Berdasarkan Lokasi
Ditinjau dari lokasi penangkapannya, perikanan tangkap dibedakan menjadi 2 jenis yaitu Perikanan tangkap laut dan perikanan tangkap darat. Perikanan tangkap laut dimulai dari perairan payau hingga perikanan samudera, sedangkan perikanan tangkap darat seperti danau, waduk, sungai dan tempat lainnya yang bukan berada dalam kondisi budidaya. Ada beberapa perbedaan untuk perairan payau, namun ini bukan menjadi masalah karena perairan payau memang ekosistem yang unik dan khas. Sehingga jika dibedakan pada satu kategori lagi juga tidak mengapa.

Berdasarkan Habitat
Berdasarkan habitatnya, perikanan tangkap dibedakan menjadi perikanan demersal, perikanan pelagis dan perikanan karang. Dalam klasifikasi yang lain, dapat menjadi lebih rinci. Yaitu bukan kategori secara umum namun kategori khusus seperti Perikanan Bakau, Perikanan Epipelagis dan lain sebagainya.

Berdasarkan Spesies
Perikanan tangkap berdasarkan spesie dapat dikategorikan menurut ikan yang ditangkap atau secara jenisnya. Semisal berdasarkan jenisnya maka perikanan tangkap Tuna sudah termasuk didalamnya cakalang, tuna dan ikan sejenisnya. Namun jika berdasarkan jenisnya dapat dibedakan seperti perikanan tuna, perikanan cakang, perikanan udang, perikanan anchovy dan lain sebagainya

Berdasarkan Alat Tangkap
Klasifikasi berdasarkan alat tangkapnya seperti perikanan purse seine, perikanan gillnet, perikanan pole and line dan lain sebagainya sesuai dengan alat tangkap yang digunakan. Tentunya klasifikasi berdasarkan alat tangkap ini ialah penggunaan alat tangkap yang dibolehkan.

Jenis Toleransi Ikan pada Parameter Salinitas

Salinitas merupakan sala satu faktor pembatas perairan.Salinitas menjadi parameter utama terutama dalam lingkungan perairan payau dan laut. Seperti yang telah kita jelaskan pada tulisan Pengetahuan Dasar Kimia Perairan, salinitas merupakan jumlah kadar terlarut dalam perairan. Sehingga beberapa spesies yang hidup di air memiliki sistemnya tersendiri untuk menyesuaikan dengan lingkungannya, salah satunya ialah jumlah kadar garam. Sistem ini diatur dalam sistem osmoregulasi, yaitu sistem untuk menyeimbangkan kadar zat dalam tubuhnya. Sistem ini digunakan untuk menyesuaikan dengan lingkungannya, sehingga jumlah air yang masuk dan kadar garam yang ada tidak menjadikan sebuah masalah dalam hidup ikan.

Meskipun sebagian besar ikan memiliki sistem osmoregulasi untuk mengatur kadar larutan dalam tubuhnya, ada beberapa jenis ikan yang dapat mentoleransi lingkungannya dengan sangat baik. Lingkungan yang berpengaruh langsung dalam lingkungan perairan ialah salinitas perairan. Ada beberapa jenis ikan yang dapat mentoleransi kadar salinitas sehingga dapat hidup di perairan tawar meskipun hidup di air payau/asin dan sebaliknya. Toleransi ini disebut dengan Eurihalin dan Stenohalin.

Eurihalin
Merupakan sifat orgnisme yang mampu mentoleransi salinitas dalam kisaran yang sangat luas. Mudahnya ialah jenis organisme yang mampu mentoleransi kadar garam dalam lingkungannya. Semisal hidup di air laut, dia dapat hidup pula di air tawar. Contoh dari ikan ini ialah Nila (Oreochromis niloticus), Bandeng (Chanos chanos) dan Kakap putih (Lates calcafier). Ini hanyalah bagian kecil dari spesies yang penulis ketahui.

Stenohalin
Jenis ini merupakan organisme yang tidak dapat mentoleransi salinitas dalam kisaran luas. Contoh dari spesies ini ialah Tawes (Puntius javanicus), Karper (Cyprinus carpio), Mas (Carassius auratus) dan masih banyak lagi.

Jenis ikan Stenohalin lebih banyak jumlahnya ketimbang ikan yang Eurihalin. Ikan Eurihalin juga memiliki kapasitas toleransi yang berbeda - beda, ada yang dapat mentoleransi 0-20 ppt atau bahkan sampai dari salinitas 0 hingga 50 ppt. Ada jenis toleransi yang lain, namun ini hanya terjadi ketika akan melakukan pemijahan, yaitu Anadromus dan Katadromus.

Siklus Hidup Unik Ruaya Ikan

Alam ini sangatlah luas. Banyak hal yang jarang kita temui dan bahkan belum kita ketahui secara pasti dan terperinci seperti Ikan. Jika kita pahami, ikan dalam perspektif masyarakat ialah hewan bersirip, tubuh pipih dan semacamnya. Padahal jika mengacu pada undang - undang maka kita mengenal bahwa seluruh hewan yang sebagian atau seluruh hidupnya berada di air ialah Ikan. Ya, sedikit kita mengulas kembali apa itu ikan. Kali ini kita akan mencoba menelaah sesosok ikan unik dalam siklus hidupnya.

Air merupakan salah satu media untuk tempat hidup organisme. Air merupakan salah satu media utama tempat hidup ikan. Dalam air terdapat kandungan parameter pembatas tertentu yang dapat menjadi faktor lingkungan hidup ikan. Dalam artikel sebelumnya yaitu Pengetahuan Dasar Kimia Perairan kita akan menemukan yang namnya salinitas. Salinitas merupakan kandungan ion garam terlarut dalam air. Air yang menjadi tempat media hidup ikan memiliki tiga jenis salinitas yaitu tawar, payau dan laut. Mayoritas ikan hidup pada kondisi mediumnya, jika hidup di air tawar maka tidak akan dapat hidup di air laut begitu sebaliknya. Namun ada beberapa jenis ikan yang memiliki siklus hidup unik sehingga mampu beruaya melewati air tawar, payau dan laut kemudian kembali lagi pada habitatnya.

Siklus unik kehidupan ikan ini disebut sebagai diadromous. Diadromous memiliki arti hidup di dua macam perairan. Baik sebagian besar hidupnya di perairan tawar dan sedikit dari itu di air asin maupun sebaliknya. Siklus diadromous ini terbagi menjadi dua kategori umum yaitu Anadromous dan Katadromous.

Anadromous


Ikan jenis ini menghabiskan waktunya di air laut dan akan melakukan proses pemijahan di air tawar. Sehingga ketika sudah waktunya untuk memijah, ikan - ikan jenis ini akan menuju ke dataran tingggi, melewati sungai bahkan meloncat melewati air terjun demi melakukan proses pemijahan (melestarikan jenisnya). Contoh dari ikan ini ialah Salmon. 

Katadromous
Katadromous merupakan kebalikan dari Anadromous. Ikan jenis ini sebagian besar hidupnya berada di air tawar. Ketika hendak melakukan pemijahan maka ikan ini pergi ke perairan laut dalam dan melakukan proses pemijahan. Setelah itu indukan akan kembali ke air tawar (habitatnya). Contoh dari ikan jenis ini ialah Sidat.

Ikan dengan siklus hidup seperti ini yang masih belum mampu direkasaya. Sehingga budidaya ikan ini hanyalah terbatas pada pembesaran, tidak sampai pada pemijahan dan proses budidaya selanjutnya. Masih terdapat mekanisme unik ini lainnya dan ini diperdalam pada materi Fisiologi Ikan.

Pengetahuan Dasar Kimia Perairan

Sebelumnya kita telah mengenal sedikit mengenai Sektor Usaha Kelautan, Pesisir dan Pulau Kecil. Kali ini kita akan sedikit berkutat pada sebuah parameter yang ada di air. Air merupakan sebuah medium yang digunakan sebagai tempat tinggal ikan dan sejenisnya. Air memiliki karakteristik yang unik. Berbeda dengan gas dan padatan, air merupakan zat yang terletak diantara kedua zat tersebut. Menjadi tempat dimana ikan itu hidup, maka sudah sewajarnya kita mengetahui komponen dari air dan paramter pembatasnya.

Penting bagi kita untuk mengerti parameter yang ada di air. Parameter dalam perairan hakikatnya sama dengan parametr yang lainnya yaitu parameter biologi, kimia dan fisika. Saat ini kita akan sedikit membahas mengenai pengetahuan dasar parameter kimia perairan. Paramter kimia perairan terdiri dari Oksigen terlarut (DO), Karbondioksida bebas (CO2), Alkalinitas dan Salinitas.

Dissolve Oxygen
Oksigen merupakan zat yang dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup tak terkecuali organisme perairan. Oksigen menjadi salah satu penentu kualitas lingkungan perairan. Lingungan perairan yang baik dan buruk ditentukan sekali salah satunya oleh kandungan oksigen. Oksigen terlarut merupakan jumlah kadar oksigen yang terkandung dalam air. Oksigen ini dapat dihasilkan oleh organisme perairan atau faktor lingkungan sekitarnya.

CO2 Bebas
Karbondioksida merupakan kerabat dekat oksigen. Karena adanya oksigen menimbulkan terbentuknya O2 begitu sebaliknya. Kadar karbondioksida bebas menjadi parameter penentu perairan yang cukup penting setelah parameter oksigen. Kadar karbondioksida bebas akan sangat merugikan lingkungan perairan karena menekan kandungan Oksigen yang ada. Selain itu banyaknya karbondioksida bebas dapa menimbulkan keracunan pada organise didalamnya jika melewati batas standar CO2 bebas perairan. Adanya kadar karbondioksida bebas juga menjadi zat yang dibutuhkan fitoplankton untuk tetap hidup dan dengan ini terjadi proses pembentukan oksigen dari hasil respirasi.

Alkalinitas
Alkalintas atau biasa disebut sebagai total alkalinitas merupakan total dari unsur - unsur basa yang terkandung dalam perairan. Basa yang terkandung dalam air biasanya berbentuk ion karbonat dan bikarbonat. Biasanya erat hubungannya dengan kandungan kesadahan air.

Salinitas
Salinitas merupakan paramter kimia perairan payau dan laut. Salinitas merupakan kandungan jumlah kadar garam terlarut dalam perairan. Garam dalam perairan berbentuk NaCL. Semakin menuju kedalaman laut maka salinitasnya semakin tinggi.

Parameter tersebut merupakan indikator kimia perarian yang selalu dijadikan acuan untuk menentukan kualitas dari perairan. Kondisi lingkungan perairan yang baik biasanya ditandai dengan nilai paramter sesuai standar optimalnya. Ada beberapa paramter lainnya seperti BOD, Nitrat, Nitrit dan Osthophospat namun sangat jarang digunakan sebagai indikator utama

Sektor Usaha Kelautan, Pesisir dan Pulau Kecil

Industri perikanan merupakan aset terbesar yang dimiliki oleh negara Indonesia. Meskipun bukan menjadi aset utama namun hasil dari aset perikanan kita patut diperhitungkan, bahkan dimata dunia. Sektor ini menjadi salah satu sektor utama yang menjadi perhatian pemerintah sekarang. Industrialisasi perikanan dari hulu hingga hilir, pembersihan ilegal, unreported and unregulated fishing dan regulasi lainnya ditujukan agar pemanfaatan dan pengelolaan perikanan maksimal dan lebih baik.

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar didunia dengan luas perairan mencapai 8 juta hektar, panjang garis pantai sejauh 104.000km persegi dan menyimpan kekayaan ikan mencapai 2000 triliun rupiah. Selain itu Indonesia memiliki 17.504 pulai yang terdiri dari pulau kecil dan besar yang tersebar dari sabang hingga merauke. Sektor yang sangat besar ini hingga kini sedang dalam tahap perbaikan dan pengelolaan yang lebih baik. Setelah sebelumnya kita telah mengkaji mengenai Usaha Perikanan Tradisional Berbasis Rumah Tangga, kali ini kita akan sedikit membicarakan mengenai pulau kecil di Indonesia. Banyak usaha yang dapat dimanfaatkan terutama industri - industri perikanan yang berada di pulau - pulau kecil. Sektor ini merupakan bagian dari usaha perikanan yang belum banyak dijalankan dan merupakan kegiatan lainnya dari usaha perikanan.Sekor tersebut antara lain ialah SPDN/SPBN,  Kedai Pesisir, Telepon Umum Tenaga Surya, LTS, LKM Swamitra Mina.

SPDN/SPBN
Solar Packed Dealer untuk Nelayan/Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan atau biasa disingkat SPDN/SPBN merupakan stasiun tempat pengisian BBM yang diperuntkan bagi masyarakat pesisir. Harga yang ditetapkannya pun sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang mana harga tersebut telah ditetapkan pemerintah.

Kedai Pesisir
Kedai pesisir biasanya berbentuk outlet dan menjadi supplier bagi warung - warung sekitarnya. Unit usaha ini bertujuan melayani masyarakat sebagai tempat penyedia barang - barang kebutuhan pokok dan kebutuhan usaha masyarakat. Harapannya dengan berdirinya kedai ini dapat menekan harga pesisir sampai pada harga yang sama dengan kabpaten atau kota. Karena seringkali, kebanyakan atau bahkan mungkin di seluruh wilayah bahwa harga di pesisir lebih mahal dari pada harga di kabupaten atau kota.

Telepon Umum Tenaga Surya
Telepon umum tenaga surya merupakan sarana inovasi yang memanfaatkan satelit dengan energi surya sebagai sumber tenaganya. Telepon semacam ini sudah dikembangkan di beberapa negara, misalnya inggris London.

Usaha Perikanan berbasis Rumah Tangga

Perikanan merupakan salah satu sektor terbesar yang ada di Indonesia. Sektor yang memiliki ketersediaan sumberdaya alam sangat melimpah dan belum banyak termanfaatkan dengan optimal. Demi mendayagunakan sektor perikanan dengan baik dan optimal, kali ini pemerintah memberikan perhatian khusus pada bidang perikanan. Hal ini dibuktikan dengan dibentuknya Kementrian Perikanan dan Kementrian Kemaritiman. Sektor laut dan atau sektor perikanan yang begitu besar memang selayaknya menjadi perhatian khusus sebuah kementrian, bukan hanya sekedar Departemen. Sehingga mampu memberikan ruang perhatian yang cukup agar dapat terkelola sepenuhnya dari hulu hingga hilir.

Industri perikanan yang cukup besar di Indonesia ini, belum memiliki tenaga kerja cukup yang bergerak didalamnya. Kurangnya minat warga negara kita dan buruknya wajah Perikanan kita menjadi salah satu sebab mengapa perikanan kita mash terbelakang. Meskipun begitu, masih banyak pula masyarakat kita yang memanfaatkan sektor ini. Namun kebanyakan dari mereka ialah industri berbasis Rumahan atau Industri Perikanan Rumah Tangga. Ada beberapa alasan dari warga kita yang masih bergerak dalam roda Industri Perikanan Rumah Tangga. Setidaknya ada 4 Alasan besar yang dapat penulis analisa kali ini.

Modal Finansial yang Minim
Kebanyakan Usaha Perikanan Berbasis Rumah Tangga ialah minimnya modal finansial yang ada. Biasanya ditandai dengan dekatnya industri pada penghasil bahan yaitu di pesisir pantai. Karena modal yang seadanya, maka pelaku Industri perikanan rumah tangga tidak dapat membangun Rumah Industri besar yang dapat fokus pada pengolahan ikan.

Bagi Tugas
Karena sedikitnya modal yang dimiliki, kebanyakan Industri perikanan Rumah Tangga mengandalkan bagi tugas pengolahan ikan. Biasanya kepala Rumah Tangga (Bapak) dan anak laki - lakinya (jika ada) yang bekerja mencari Ikan, kemudian Ibu dan anak perempuannya (jika ada) yang mengolah hasil tangkapannya. Dengan bagi tugas maka tidak diperlukan lagi pemberian gaji pada pengolah hasil tangkapan. Jika ikan yang didapat bukan dari hasil tangkapan maka seluruh anggota keluarga biasanya turut serta dalam melakukan pengolahan.

Kurangnya Pengetahuan Produk dan Industri
Mayoritas masyarakat pesisir (tidak semua) memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Banyak dari mereka yang tidak sampai mengenyam bangku kuliah. Minimnya pengetahuan yang mereka dapatkan menjadikan kurangnya wawasan pengembangan produk perikanan dan pengolahan lanjutnya. Disamping itu, sedikitnya pelatihan dan penyuluhan terkait perikanan secara komplek ataupun khusus produk pengolahan ikan menambah kurangnya pengetahuan ini. Sehingga sedikit dari mereka yang memiliki obsesi dan rencana untuk membangun industri perikanan yang besar.

Sedikitnya atau Sulitnya Fasilitas 
Faktanya banyak lokasi pesisir kita yang masih sulit untuk diakses. Hal ini dapat dilihat dari buruknya jalan - jalan di wilayah pesisir. Meskipun tidak semua bagian pesisir di Indonesia memiliki akses yang buruk tapi sebagian besar masih dalam kondisi yang cukup memprihatainkan. Belum lagi fasilitas yang lain seperti Surat Izin Usaha, alat tangkap ikan, kapal/perahu dan fasilitas pendukung lainnya. Sehingga banyak nelayan kita yang masih mengandalkan alat tradisional untuk memanfaatkan sumberdaya perairan mereka. Kemudian banyak dari industri tradisional perikanan kita yang tidak memiliki surat izin usaha karena birokrasi yang cukup njlimet dan sulit.

Selain masalah - masalah diatas, sebetulnya masih cukup banyak masalah lain yang lebih kompleks. Ini terjadi bukan hanya pada satu wilayah akan tetapi hampir diseluruh wilayah di negeri ini.

Ciri Umum Usaha Perikanan Tradisional

Industri perikanan merupakan sektor ekonomi yang sedang dilirik pada periode pemerintahan saat ini. Kondisi ini dikarenakan kita sebagai bangsa yang besar dan luas sumberdaya perairannya tapi masih kalah jauh dengan negara tetangga yang potensi perairannya sangat sedikit. Perikanan kita masih kalah jauh dengan Malaysia, Filiphina apalagi Jepang. Sehingga pengembangan industri sektor perikanan dari hulu hingga hilir patut diperhitungkan.

Meskipun menjadi salah satu perhatian utama pemerintah sekarang, masih banyak yang perlu dibenahi untuk meningkatkan integritas pengolah/industri/usaha perikanan. Banyak dari sektor perikanan kita dari sabang hingga merauke yang masih menerapkan usaha perikanan tradisional. Bukan bermaksud merendahkan atau mengesampingkan, akan tetapi laju perkembangan industri perikanan dunia sangatlah pesat. Mayoritas dari negara maju dan negara yang kuat perikanannya menggunakan tenaga pembantu mesin sehingga dapat mengerjakan banyak hal dari sortir hingga mengolah dan menghasilkan jumlah yang melimpah dalam sekali proses. Karena itulah, dibandingkan dengan industri perikanan tradisional yang masih menggunakan tenaga manusia dan menghasilkan produk yang berkecukupan setara dengan tenaga manusia yang ada belumlah cukup untuk mengimbangi negara - negara penghasil sektor perikanan besar dunia.

Pengolahan tradisional menggunakan hasil tangkapan nelayan  sebanyak 50% bahkan lebih tetapi sangat jarang menhasilkan produk yang berkualitas tinggi. Sehingga diperlukan adanya evaluasi atau pemberian informasi mengenai pengolahan ikan yang baik dimulai dari penanganan ikan pertama dari setelah penangkapan, pengolahan menjadi setengah jadi/jadi hingga pemasaran. Adapun ciri - ciri umum dari usaha pengolahan tradisional masyarakat pesisir, yaitu:
  1. Bersifat Rumah Tangga 
  2. Dekat dengan Sumber Bahan Baku 
  3. Skala dan Modal Kecil 
  4. Pengetahuan Kurang 
  5. Ketrampilan Warisan 
  6. Peralatan Sederhana 
  7. Sanitasi Kurang di Perhatikan
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net