TAFSHARE

Klasifikasi dan Deskripsi Tuna Madidihang (Thunnus Albacares)

Tafshare.com - Sebelumnya kita telah selelsai membahas mengenai Daerah Persebaran Ikan Tuna Mata Besar. Kali ini, pembahasan kita bergeser pada saudaranya yakni Tuna Madidihang atau biasa di panggil Madidihang (Thunnus albacares) juga dikenal sebagai Tuna sirip kuning (Yellowfin Tuna). Setiap spesies memiliki beberapa perbedaan dengan kerabatnya walau genus, ordo dan familinya sama.

Klasifikasi
Menurut Saanin (1986), klasifikasi Madidihang sebagai berikut:

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Kelas : Pisces
Subkelas : Teleostei
Ordo : Perciformes
Subordo : Scombridei
Family : Scombridae
Genus : Thunnus
Spesies: Thunnus albacares

Catatan : Didalam perdagangan, yang disebut sebagai albacore dalam bahasa Inggris adalah jenis tuna yang lain, yakni tuna albakora (Thunnus alalunga). Ikan ini lebih kecil dari madidihang (hingga 120 cm FL), dengan pewarnaan yang mirip kecuali finletnya yang berwarna gelap. Sirip dada memanjang hingga melewati pangkal sirip punggung kedua, biasanya ujungnya mencapai finlet punggung yang kedua. (Sumber: serdaducemara.wordpress.com)

Deskripsi
Ikan madidihang merupakan sala satu ikan yang menjadi komoditas perdagangan international. Madidihang memiliki ukuran raksasa ketika dewasa. Untuk panjang forklenght (FL) dapat mencapai 195cm, umumnya 150cm.

Sirip punggung (dorsal) terdiri dari dua berkas, terpisah oleh celah yang kecil saja; berkas yang kedua segera diikuti oleh 8–10 sirip-sirip tambahan berukuran kecil (finlet). Sirip anal diikuti oleh 7–10 finlet. Pada spesimen berukuran besar, sirip punggung kedua dan sirip anal ini kadang-kadang memanjang hingga 20% FL. Sirip dada (pectoral) cukup panjang (22–31% FL), biasanya mencapai pangkal bagian depan sirip dorsal kedua, namun tidak melewati pangkal bagian belakangnya. Sirip-sirip punggung kedua dan anal, serta finlet - finlet yang mengikutinya, berwarna kuning cerah, yang menjadi asal namanya.

Ada dua lipatan kulit (tonjolan interpelvis) di antara sirip-sirip perut. Batang ekor amat ramping, dengan sebuah lunas samping yang kuat di tiap-tiap sisi, yang masing-masing diapit oleh dua lunas yang lebih kecil. Sirip ekor bercabang kuat (forked, bercagak). Punggungnya berwarna biru gelap metalik, berangsur-angsur berubah menjadi kekuningan atau keperakan di bagian perut. Bagian perut kadang-kadang dihiasi oleh sekitar 20 garis putus-putus yang hampir vertikal arahnya. Madidihang dapat mencapai berat melebihi 300 pon (136 kg), walau demikian ini masih jauh di bawah tuna sirip biru Pasifik (Thunnus orientalis) yang bisa memiliki berat lebih dari 1000 pon (454 kg), dan juga sedikit di bawah tuna mata besar (Thunnus obesus) dan tuna sirip biru selatan (Thunnus maccoyii). Ukuran madidihang yang tercatat dalam literatur mencapai panjang 239 cm dan berat 200 kg.

Referensi Jurnal dan Internet
Unpad.ac.id
Undip.ac.id
Wikipedia

Daerah Persebaran Ikan Tuna Mata Besar

Tafshare.com - Sebelumnya kita telah mempelajari Klasifikasi dan Deskripsi Tuna Mata Besar (Thunnus obesus). Sekarang kita akan mencoba menelusuri persebaran kehidupannya. Ini dilakukan agar dapat menjadi acuan tempat penangkapan. Bagi akademisi dapat dimanfaatkan untuk acuan penelitian Habitat tuna mata besar. Selain itu juga dapat digunakan untuk menyamakan dan membedakan dengan jenis tuna yang lainnya.

Persebaran ikan tuna mata besar cakupannya sangat luas di perairan tropis dan sub tropis. Di perairan Indonesia, ikan ini banyak tertangkap di perairan selatan Jawa, sebelah barat daya Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara, Laut Banda, dan Laut Maluku. Ikan tuna mata besar ditemukan mulai dari permukaan air sampai pada kedalaman 250 m. Suhu yang disukai ikan tuna ini berkisar antara 11derajat C - 28d C.  Menurut Syarif et al.(2010) kedalaman tuna mata besar berkisar antara 100 - 350 m bahkan sampai 600 m.

Menurut Sumadhiharga (2009) secara umum penyebaran tuna mata besar sangat luas tersebar di tiga samudera, yaitu : Hindia, Pasifik, dan Atlantik. Adapun konsentrasi tuna mata besar Pasifik Barat terdapat di sepanjang koordinat 10o LU. Disamping itu, konsentrasi musiman terjadi ke arah selatan dan utara dengan koordinat antara 35d LU - 35d LS selama musim gugur di masing-masing belahan bumi.

Adapun konsentrasi di Samudera Hindia terdapat pada koordinat 13d LS dan di sepanjang jalur 30d LS. Tuna mata besar di lapisan perairan yang paling dalam, sehingga peranan alat tangkap rawai tuna sangat besar. Menurut Suvasubramaniam (1965 dalam Sumadhiharga, 2009), penangkapan terbaik tuna mata besar Samudera Hindia adalah di Laut Arab, sebelah barat Maladewa dan selatan Nusa Tenggara.
Sumber: Sugama (2008)
Menurut Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (2001) penyebaran tuna mata besar bersifat epipelagis dan mesopelagis pada perairan oseanik, sebaran pada perairan tropis dan subtropis, tidak ada di Mediteranian. Konsentrasi utama ikan tuna ini adalah pada lapisan termoklin atau terdapat pada lapisan air dari permukaan hingga kedalaman 250 meter.

Referensi:
Syarif, B., Suwardiyono, dan Gautama, S.D. (2010). Penangkapan dan Penanganan Ikan Tuna Segar di Kapal Rawai Tuna. Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan. Semarang. Hal 4 – 5.

Sumadhiharga, O.K. (2009). Ikan Tuna. Pusat Penelitian Oceanografi. Lembaga Olmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta. hal 1 – 34.

Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. (2001). Definisi dan Klasifikasi Statistik Penangkapan Perikan Laut. Departemen Kelautan dan Perikanan. Jakarta. Hal 145.

Klasifikasi dan Deskripsi Tuna Mata Besar (Thunnus obesus)

Tafshare.com - Setelah kita mengenal Macam- macam Tingkatan Perikanan, kali kita akan mencoba mengkaji langsung pada jenis ikan. Ikan yang akan kita bahas kali ini ialah Tuna Mata Besar atau nama ilmiahnya Thunnus obesus. Ikan tuna merupakan jenis ikan laut yang paling digemari oleh pecinta ikan dan pecinta seafood. Harga yang tinggi, kualitas gizi yang baik dan rasa daging yang enak membuat ikan ini menjadi buruan utama di perairan samudera bagi para pecinta ikan dan seafood.

Klasifikasi
Klasifikasi Tuna Mata Besar menurut Saanin (1986) adalah sebagai berikut: 

Filum : Chordata 
Subfilum  : Vertebrata
Kelas:  Pisces
Subkelas:  Teleostei
Ordo:  Percomorphi
Subordo:  Scombroidea
Family:  Scombridae
Genus:  Thunnus
Spesies:  Thunnus obesus

Deskripsi 
Ukuran tubuh tuna mata besar dapat mencapai ukuran raksasa untuk kelas ikan tangkapan. Umur hidupnya dapat mencapai 7 tahun dengan panjang tubuh 240cm dan berat 197,2 Kg. Bagian finlet - finletnya juga berwarna kuning terang, sedangkan pinggir - pinggirnya berwarna hitam. Kemudian pada sirip dubur dan sirip punggung berwarna kunin. Garis sisi pada tuna mata besar seperti sabuk yang bewarna biru metalik membujur sepanjang badan (Itano, 2005).

Masa pemijahan tuna mata besar diyakini sepanjang tahun di daerah tropis (10derajat LU hingga 10derajat LS) dan selama bulan musim panas di lintang tinggi. Pemijahan ikan tuna ini berlangsung di sepanjang tahun dan biasanya berada di wilayah utara Australia (Miyabe, 1994 dalam Faizah 2010). Sementara itu Nootmorn (2004) mengatakan bahwa aktivitas pemijahan tuna mata besar yaitu dari bulan Desember hingga bulan Januari dan bulan Juni. Ukuran yang matang untuk betina dan jantan diperkirakan pada panjang berturut-turut 88.08 cm dan 86.85 cm.

Macam - macam Tingkatan Perikanan



Tafshare.com – Setelah mengenal Apa itu Perikanan, tugas kita selanjutnya adalah mengenal ragam perikanan. Ragam perikanan merupakan bentuk ukuran dari tingkatan – tingkatan skala perikanan. Mengenal ragam perikanan dapat menjadi acuan untuk membuat sebuah regulasi, proporsi wilayah penangkapan dan pengaturan produksi perikanan. Skala tingkatan perikanan yakni besar kecilnya pengelolaan terhadap sumber daya perikanan dan tujuan pengelolaanya. Ragam perikanan meliputi perikanan subsisten, perikanan skala kecil dan perikanan skala besar.

1. Perikanan Subsisten
Perikanan subsisten adalah pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya perikanan untuk kebutuhan hidup sehari – hari baik dengan cara penangkapan maupun budidaya. Biasanya perikanan subsisten berkembang di desa perikanan. Wilayah – wilayah pesisir pantai mayoritas masih subsisten dan lebih sedikit lagi perikanan skala kecil. Ini terjadi karena biasanya wilayah pesisir masih sulit aksesnya, miskin, minim fasilitas dan tidak adanya kepedulian terhadap sumberdaya perikanan. Ini menjadi tugas kita semua untuk memakmurkan desa perikanan.

2. Perikanan Skala Kecil
Perikanan skala kecil adalah pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya perikanan yang ditujukan untuk bisnis (dalam skala kecil) dan sebagian lainnya untuk kebutuhan sehari – hari. Perikanan skala kecil tumbuh berkembang di wilayah pesisir pantai dan desa perikanan. Sedikit sekali yang menjadi nelayan perikanan skala kecil. Ini terjadi karena fasilitas dan keahlian yang tidak dimiliki setiap warga perikanan.

3. Perikanan Skala Besar
Perikanan skala besar adalah pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya perikanan yang dikhususkan untuk bisnis besar, impor dan ekspor baik dalam keadaan mentah maupun matang yang dikelola dengan fasilitas memadai dan daya yang besar. Perikanan ini berkembang sangat cepat dalam ukuran sedikit. Jadi, orang – orang yang mengembangkan perikanan skala besar sangat sedikit, tapi perkembangan fasilitas pendukungnya sangat cepat. Sehingga menyerap tenaga kerja yang lebih banyak, seperti penangkap ikan, pengemudi kapal, fishing master, pengontrol produksi dan sebagainya yang terkait dengan praproduksi hingga produksi perikanan dalam skala besar.

Skala perikanan ini merupakan pembagian yang penting untuk menentukan regulasi penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan jumlah produksi perikanan. Ini dilakukan agar tidak terjadi over fishing. Jika over fishing terjadi, maka perkembang biakan perikanan dapat menurun dan akhirnya punah. Karena itulah, pertumbuhan pengelolaan sumberdaya ikan juga harus di barengi dengan konservasi sumberdaya perikanan.

Pengertian Ikan dan Perikanan




Tafshare.com – Pembahasan berikut menjadi pondasi awal bagi kita untuk mengenal perikanan. Meliputi pengertian dari apa itu perikanan dan apa pengertian ikan. Sehingga ketika kita sudah memahami definisinya kita dapat memahami konteks pembahasan dan fokus studinya.

Perikanan adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran, yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan. (UU Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perubahan Atas Undang - undang Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan). Dari pengertian diatas kita dapat mengambil beberapa kata kunci yaitu praproduksi, produksi, pengolahan, pemasaran dan sistem bisnis perikanan. Sehingga jika kita lihat lebih dalam, sektor perikanan sebanding dengan sektor pertanian bahkan lebih besar lagi.

Kemudian masih mengacu pada Undang – Undang no. 45 tahun 2009, definisi dari ikan adalah segala jenis organisme yang seluruh atau sebagian dari siklus hidupnya berada di dalam lingkungan perairan. Sehingga menurut undang – undang diatas dapat kita artikan bahwa apapun yang hidup baik seluruhnya ataupun sebagian kecil hidupnya di air adalah ikan. Jadi, ikan tidak hanya hewan bersirip, bersisik dan bernafas dengan insang saja. Dengan begitu kuda laut, rumput laut, udang, lobster dan hewan air yang belum disebutkan (kecuali yang telah dikelompokan seperti reptil, mamalia, serangga dsj) termasuk dalam pembahasan ikan dan dunia perikanan khususnya terkait keilmuannya.

Definisi – definisi diatas yang akan menjadi acuan pembahasan lebih dalam didalam dunia perikanan. Lebih mengerucut pada praproduksi seperti penangkapan ikan atau produksi seperti budidaya, pengolahan hasil perikanan dan pemasaran yang kemudian keseluruhannya diatur dalam bisnis perikanan. Karena itu pula, perikanan termasuk dalam sektor wirausaha yang cukup besar. Selain kawasan yang mendukung untuk pengembangan perikanan, laut yang luas, perairan yang beragam, hasilnya pun sangat variatif dan masih banyak yang harus di explore di negeri kita, Indonesia.

Cara Mudah Menyemai Sawi dan Pakcoy

Tafshare.com - Sayuran menjadi kebutuhan pokok manusia sebagai asupan serat dan nutrisi. Sehingga hampir setiap hari kemungkinan besar pasti mengkonsumsi sayuran, baik dalam bentuk matang atau mentah. Untuk penyediaan sayur rumahan sebetulnya cukup mudah. Diawali dari proses semai hingga panen dengan hasil yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak perlu repot, berikut video untuk penjelasan teknik semai Sawi dengan mudah.
 Cara Mudah Menyemai Sawi dan Pakcoy

Perbedaan Induk Jantan dan Betina Ikan Cupang (Betta sp)

Tafshare.com - Ikan cupang jantan memiliki warna tubuh yang lebih cerah, sirip yang terlihat mengembang dengan indah dan bentuk tubuh yang lebih panjang dan ramping, sedangkan ikan cupang betina memiliki warna tubuh cenderung pucat, sirip tidak selebar ikan cupang jantan, dan bentuk tubuh ya pendek dan gemuk. Selain itu, gerakan dari ikan cupang jantan sangat agresif, dibandingkan dengan betina gerakannya sangat lamban. Sifat agresif ini diperlihatkan ketika ikan jantan bertemu dengan ikan jantan lainnya ataupun ikan betina yang kemudian akan membuka operculum dan seluruh siripnya sehingga akan memperlihatkan kejantanannya Ikan Jantan memiliki kebiasaan yakni akan membuat gelembung gelembung dipermukaan air ketika sudah memasuki fase dewasa. (Atmadjaya, 2008). Pada ikan cupang betina umumnya perut memang lebih gemuk dan sering kali terlihat bayangan telur-telurnya. Ikan cupang memiliki bintik putih di bagian perutnya atau yang disebut dengan eggtube/ovipositor. Tubuh ikan cupang jantan dapat mencapai 5-9 cm, sedangkan ikan cupang betina ukurannya lebih pendek (Kottelat et al., 1993).
sumber: ikancupangku.com
Sumber:
Atmadjaja, J. dan M. Sitanggang. 2008. Panduan Lengkap Budidaya & Perawatan Cupang Hias. PT Agro Media Pustaka, Jakarta.
Kottelat, M., A.J. Whitten, S.N. Kartikasari & S. Wirjoatmodjo, 1993. Freshwater fishes of Western Indonesia and Sulawesi. Periplus Editions, Hong Kong.