TAFSHARE

Macam - macam Tingkatan Perikanan



Tafshare.com – Setelah mengenal Apa itu Perikanan, tugas kita selanjutnya adalah mengenal ragam perikanan. Ragam perikanan merupakan bentuk ukuran dari tingkatan – tingkatan skala perikanan. Mengenal ragam perikanan dapat menjadi acuan untuk membuat sebuah regulasi, proporsi wilayah penangkapan dan pengaturan produksi perikanan. Skala tingkatan perikanan yakni besar kecilnya pengelolaan terhadap sumber daya perikanan dan tujuan pengelolaanya. Ragam perikanan meliputi perikanan subsisten, perikanan skala kecil dan perikanan skala besar.

1. Perikanan Subsisten
Perikanan subsisten adalah pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya perikanan untuk kebutuhan hidup sehari – hari baik dengan cara penangkapan maupun budidaya. Biasanya perikanan subsisten berkembang di desa perikanan. Wilayah – wilayah pesisir pantai mayoritas masih subsisten dan lebih sedikit lagi perikanan skala kecil. Ini terjadi karena biasanya wilayah pesisir masih sulit aksesnya, miskin, minim fasilitas dan tidak adanya kepedulian terhadap sumberdaya perikanan. Ini menjadi tugas kita semua untuk memakmurkan desa perikanan.

2. Perikanan Skala Kecil
Perikanan skala kecil adalah pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya perikanan yang ditujukan untuk bisnis (dalam skala kecil) dan sebagian lainnya untuk kebutuhan sehari – hari. Perikanan skala kecil tumbuh berkembang di wilayah pesisir pantai dan desa perikanan. Sedikit sekali yang menjadi nelayan perikanan skala kecil. Ini terjadi karena fasilitas dan keahlian yang tidak dimiliki setiap warga perikanan.

3. Perikanan Skala Besar
Perikanan skala besar adalah pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya perikanan yang dikhususkan untuk bisnis besar, impor dan ekspor baik dalam keadaan mentah maupun matang yang dikelola dengan fasilitas memadai dan daya yang besar. Perikanan ini berkembang sangat cepat dalam ukuran sedikit. Jadi, orang – orang yang mengembangkan perikanan skala besar sangat sedikit, tapi perkembangan fasilitas pendukungnya sangat cepat. Sehingga menyerap tenaga kerja yang lebih banyak, seperti penangkap ikan, pengemudi kapal, fishing master, pengontrol produksi dan sebagainya yang terkait dengan praproduksi hingga produksi perikanan dalam skala besar.

Skala perikanan ini merupakan pembagian yang penting untuk menentukan regulasi penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan jumlah produksi perikanan. Ini dilakukan agar tidak terjadi over fishing. Jika over fishing terjadi, maka perkembang biakan perikanan dapat menurun dan akhirnya punah. Karena itulah, pertumbuhan pengelolaan sumberdaya ikan juga harus di barengi dengan konservasi sumberdaya perikanan.

Pengertian Ikan dan Perikanan




Tafshare.com – Pembahasan berikut menjadi pondasi awal bagi kita untuk mengenal perikanan. Meliputi pengertian dari apa itu perikanan dan apa pengertian ikan. Sehingga ketika kita sudah memahami definisinya kita dapat memahami konteks pembahasan dan fokus studinya.

Perikanan adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran, yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan. (UU Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perubahan Atas Undang - undang Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan). Dari pengertian diatas kita dapat mengambil beberapa kata kunci yaitu praproduksi, produksi, pengolahan, pemasaran dan sistem bisnis perikanan. Sehingga jika kita lihat lebih dalam, sektor perikanan sebanding dengan sektor pertanian bahkan lebih besar lagi.

Kemudian masih mengacu pada Undang – Undang no. 45 tahun 2009, definisi dari ikan adalah segala jenis organisme yang seluruh atau sebagian dari siklus hidupnya berada di dalam lingkungan perairan. Sehingga menurut undang – undang diatas dapat kita artikan bahwa apapun yang hidup baik seluruhnya ataupun sebagian kecil hidupnya di air adalah ikan. Jadi, ikan tidak hanya hewan bersirip, bersisik dan bernafas dengan insang saja. Dengan begitu kuda laut, rumput laut, udang, lobster dan hewan air yang belum disebutkan (kecuali yang telah dikelompokan seperti reptil, mamalia, serangga dsj) termasuk dalam pembahasan ikan dan dunia perikanan khususnya terkait keilmuannya.

Definisi – definisi diatas yang akan menjadi acuan pembahasan lebih dalam didalam dunia perikanan. Lebih mengerucut pada praproduksi seperti penangkapan ikan atau produksi seperti budidaya, pengolahan hasil perikanan dan pemasaran yang kemudian keseluruhannya diatur dalam bisnis perikanan. Karena itu pula, perikanan termasuk dalam sektor wirausaha yang cukup besar. Selain kawasan yang mendukung untuk pengembangan perikanan, laut yang luas, perairan yang beragam, hasilnya pun sangat variatif dan masih banyak yang harus di explore di negeri kita, Indonesia.

Cara Mudah Menyemai Sawi dan Pakcoy

Tafshare.com - Sayuran menjadi kebutuhan pokok manusia sebagai asupan serat dan nutrisi. Sehingga hampir setiap hari kemungkinan besar pasti mengkonsumsi sayuran, baik dalam bentuk matang atau mentah. Untuk penyediaan sayur rumahan sebetulnya cukup mudah. Diawali dari proses semai hingga panen dengan hasil yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak perlu repot, berikut video untuk penjelasan teknik semai Sawi dengan mudah.
 Cara Mudah Menyemai Sawi dan Pakcoy

Perbedaan Induk Jantan dan Betina Ikan Cupang (Betta sp)

Tafshare.com - Ikan cupang jantan memiliki warna tubuh yang lebih cerah, sirip yang terlihat mengembang dengan indah dan bentuk tubuh yang lebih panjang dan ramping, sedangkan ikan cupang betina memiliki warna tubuh cenderung pucat, sirip tidak selebar ikan cupang jantan, dan bentuk tubuh ya pendek dan gemuk. Selain itu, gerakan dari ikan cupang jantan sangat agresif, dibandingkan dengan betina gerakannya sangat lamban. Sifat agresif ini diperlihatkan ketika ikan jantan bertemu dengan ikan jantan lainnya ataupun ikan betina yang kemudian akan membuka operculum dan seluruh siripnya sehingga akan memperlihatkan kejantanannya Ikan Jantan memiliki kebiasaan yakni akan membuat gelembung gelembung dipermukaan air ketika sudah memasuki fase dewasa. (Atmadjaya, 2008). Pada ikan cupang betina umumnya perut memang lebih gemuk dan sering kali terlihat bayangan telur-telurnya. Ikan cupang memiliki bintik putih di bagian perutnya atau yang disebut dengan eggtube/ovipositor. Tubuh ikan cupang jantan dapat mencapai 5-9 cm, sedangkan ikan cupang betina ukurannya lebih pendek (Kottelat et al., 1993).
sumber: ikancupangku.com
Sumber:
Atmadjaja, J. dan M. Sitanggang. 2008. Panduan Lengkap Budidaya & Perawatan Cupang Hias. PT Agro Media Pustaka, Jakarta.
Kottelat, M., A.J. Whitten, S.N. Kartikasari & S. Wirjoatmodjo, 1993. Freshwater fishes of Western Indonesia and Sulawesi. Periplus Editions, Hong Kong.